Forum Diskusi Dukungan Perbankan Terhadap Rencana Investasi di Pulau Banyak Aceh Singkil

Forum Diskusi Dukungan Perbankan Terhadap Rencana Investasi di Pulau Banyak Aceh Singkil

Banda Aceh, Acehportal.com - Sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam khususnya di sektor pertanian serta perikanan dan pariwisata, secara umum kinerja perekonomian Aceh Singkil masih tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk mendorong pertumbuhan itu, diperlukan berbagai macam program pembangunan yang memerlukan anggaran dan biaya yang besar dan tentunya tidak akan cukup jika hanya mengandalkan sumber pendanaan dari anggaran pemerintah saja.

Oleh karena itu, maka dibutuhkan sumber dana atau anggaran yang berasal dari investasi terutama di sektor riil.

Dalam praktiknya, untuk mendorong investasi masuk ke suatu daerah diperlukan infrastruktur penunjang yang salah satunya adalah infrastruktur keuangan yaitu keberadaan jaringan perbankan di daerah tersebut.

Menyadari potensi investasi sebagai sektor yang dapat membantu pengembangan ekonomi daerah, Bank Indonesia Provinsi Aceh menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) bertema “Dukungan Perbankan Terhadap Rencana Investasi Uni Emirat Arab di Pulau Banyak, Aceh Singkil”, Selasa (1/12/2020).

FGD yang digelar di Hotel Kyriad Murayya Banda Aceh ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani.

FGD tersebut juga dihadiri oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Aceh, Yusri serta Tim Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang dipimpin langsung Bupati Aceh Singkil, Dul Musrid.

Selain itu, turut hadir Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Area Manager Bank Syariah Mandiri Banda Aceh, Wakil Pimpinan Wilayah BRI Syariah Aceh, Staf Khusus Gubernur Aceh, serta Dinas Pariwisata Provinsi Aceh dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Aceh.

Pada pemaparannya, Bupati Aceh Singkil, Dul Musrid menyatakan, saat ini terdapat rencana investasi dari Uni Emirat Arab dalam jumlah yang cukup besar. Investasi itu diyakini akan membawa dampak yang positif terhadap kemajuan masyarakat.

"Namun demikian, terdapat concern pemerintah daerah yang dapat menjadi penghambat rencana investasi tersebut yakni minimnya fasilitas atau infrastruktur perbankan di Pulau Banyak, Aceh Singkil," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Aceh mengatakan, saat ini kondisi jaringan perbankan di Aceh Singkil masih relatif terbatas, terlihat dari hanya ada 2 kantor cabang perbankan di sana.

"Oleh karena itu, OJK menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan akses dan konektivitas infrastruktur perbankan di Aceh Singkil," kata Yusri.

Sementara, Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani menjelaskan, Bank Indonesia mendukung penuh perkembangan ekonomi Aceh Singkil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Investasi, katanya, dipercaya dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Aceh Singkil, terutama menjelang era berakhirnya dana otsus Aceh.

Lebih lanjut Achris menyatakan, salah satu hal terpenting dalam menarik investor ke suatu daerah adalah kesiapan infrastruktur, termasuk infrastruktur keuangan (perbankan).

"Keberadaan perbankan akan menjadikan transaksi ekonomi masyarakat berjalan lancar, aman dan efisien," jelasnya.

Dalam FGD tersebut, pimpinan perbankan yang hadir menyatakan dukungannya terhadap kebutuhan jaringan kantor bank di Pulau Banyak.

Dalam hal ini, perbankan akan melakukan survey dan analisa kelayakan rencana pembukaan kantor Bank di Pulau Banyak.

Sementara, BI dan OJK akan mendukung proses perizinan serta hal lainnya yang dibutuhkan dalam kegiatan pembukaan kantor bank di Pulau Banyak, sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, agar rencana tersebut dapat dilaksanakan dengan cepat dan tetap memperhatikan prinsip governance.

Rubrik:Ekonomi, Umum
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI