Breaking News

DPRA Kaji Hukum Untuk Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

DPRA Kaji Hukum Untuk Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Komisi I DPR Aceh menginisiasi Rapat Koordinasi Gugus Tugas atau Tim Kajian Penegakan Hukum Bagi Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Ruang Badan Anggaran DPR Aceh, Selasa (2/2/2021).

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR Aceh Tgk. Muhammad Yunus M. Yusuf dan didampingi oleh Ketua Komisi VI DPR Aceh Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag, Anggota Komisi V DPR Aceh Nora Idah Nita, SE, sedangkan dari Komisi I juga hadir drh. Nuraini Maida, Bardan Sahidi, H. ridwan Yunus, SH, Tgk. H. Attarmizi Hamid, Tgk. H. Syarifuddin, MA dan dari Banleg DPR Aceh hadir Tezar Azwar, Anwar dan Syamsuri, A.Mk dan Ansara Muhammad, S.Pt, M.Si.

Sedangkan dari instansi terkait hadi langsung Ketua Mahkamah Syariah Aceh, Perwakilan Direskrimum Polda Aceh, Perwakilan Denpom Kodam IM, Kadis Syariat Islam Aceh, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Komisioner KKR Aceh, Plt. Kadis Sosial Aceh, Mewakili Kabiro Hukum Setda. Aceh, Mewakili Kasatpol PP/WH Aceh, Professor Al Yasa Abu Bakar, Wakil Ketua PPA, LBH Banda Aceh, KonTras Aceh, Flower Aceh dan Balai Syura, serta berhalangan hadir Aspidum Kejati Aceh.

Rapat membahas regulasi yang akan diterapkan untuk menghukum maksimal pelaku kejahatan seksual dan fisik terhadap anak dan perempuan di Aceh baik akan dijerat dengan Qanun jinayah maupun hukum Nasional.
Selanjutnya hasil kesimpulan rapat akan ditindaklanjuti oleh Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh sebagai leading sector dalam gugus tugas.

Sejak Januari 2021, sudah dua kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur terungkap ke publik.

Mirisnya, dua kasus kekerasan seksual terhadap anak tersebut terungkap ke publik hanya berselang hari.

Kasus pertama pada Kamis (4/2/2021) yang didugan oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Wih Pesam melakukan pelecehan dan pemerkosaan terhadap anak perempuan berumur 9 tahun.

Kemudian, pada, Jumat (5/2/2021) pihak Kepolisian Polres Bener Meriah kembali mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak perempuan berumur 11 tahun di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak ini menjadi perhatian khusus Komisi I Dewan DPR Aceh. (**)

Rubrik:DPRA