Breaking News

DPRA Gelar RDPU Terhadap Rancangan Qanun Aceh Tentang Pendidikan Kebencanaan

DPRA Gelar RDPU Terhadap Rancangan Qanun Aceh Tentang Pendidikan Kebencanaan

Banda Aceh, Acehportal.com –  DPRA melalui Komisi V melaksanakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Terhadap Rancangan Qanun Aceh Tentang Pendidikan Kebencanaan, (16/11/2020), yang dibuka oleh Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin.

Dalam pidatonya, Dahlan berpendapat lahirnya rancangan qanun tersebut berdasarkan pengalaman berharga dan mahal ketika gempa bumi dan tsunami dahsyat melanda Aceh pada  26 desember 2004 silam, telah membawa kita untuk terus meningkatkan kegiatan mitigasi bencana secara terus-menerus. Pendidikan kebencanaan merupakan sebuah terobosan dalam membantu pemerintah meminimalisir resiko bencana sejak usia dini dan melalui sarana pendidikan.

Pendidikan kebencanaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan yang di dukung oleh pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten/kota, akan sangat baik dampaknya dalam membangun budaya sadar bencana dan juga memberikan motivasi kepada sekolah-sekolah yang ada di Aceh khususnya daerah rawan bencana, agar bisa mandiri dalam melaksanakan program-program kebencanaan.

Kemudian pemerintah Aceh bersama DPR Aceh pada saat ini sedang menyusun rancangan qanun Aceh tentang pendidikan kebencanaan, dimana pemangku kepentingan di Aceh memandang penting mendidik masyarakat semenjak di bangku sekolah tentang mitigasi bencana.

Langkah pemberian pendidikan kebencanaan ini sangat perlu sebagai titik tolak dari manajemen bencana. Hal tersebut untuk mengurangi korban. Masyarakat Aceh ke depan diharapkan menjadi masyarakat yang tangguh dan menjadi pelopor dalam mengatasi bencana. Karena itu rancangan qanun aceh tentang pendidikan kebencanaan ini sangat penting, mengingat persoalan kebencanaan adalah hal yang perlu untuk segera dibahas sehingga bisa meminimalisir resiko dari bencana. Nantinya, persoalan mitigasi bencana akan diterapkan di dalam dunia pendidikan.

Pimpinan DPR Aceh memberikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Komisi V DPR Aceh, yang telah melakukan pembahasan rancangan qanun aceh tentang pendidikan kebencanaan. Rancangan qanun Aceh ini kita harap menjadi bahan penting bagi kita semua untuk mengantisipasi bencana lebih serius, mendidik masyarakat lebih telaten dengan memasukan berbagai kearifan lokal yang ada.

bencana alam terjadi diluar kendali kita, yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut”. Musibah yang menimpa merupakan qadha’ dari Allah SWT. Namun, dibalik qadha tersebut ada fenomena alam yang bisa dicerna. Termasuk, ikhtiar untuk menghindarinya, sebelum terjadi.” Terang Dahlan.

Diakhir pidatonya,  Dahlan meminta masukan dan saran yang disampaikan bertujuan sebagai penguatan dan penyempurnaan substansi rancangan qanun aceh tentang pendidikan kebencanaan. Hal ini sebagaimana diamanahkan dalam ketentuan pasal  22 qanun aceh nomor 5 tahun 2011 tentang tata cara pembentukan qanun, yang menyatakan bahwa masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan dan/atau tertulis dalam pembentukan rancangan qanun. Masukan tersebut dapat dilakukan melalui rapat dengar pendapat umum (rdpu), kunjungan kerja, sosialisasi, seminar, lokakarya dan/atau diskusi”.

Kami menaruh harapan besar kepada bapak dan ibu yang telah memenuhi undangan kami pada rapat dengar pendapat umum (rdpu) ini, untuk dapat berpartisipasi penuh memberi masukan secara komprehensif demi kesempurnaan substansi rancangan qanun tersebut.

Rubrik:DPRA
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI