Breaking News

DPD Alamp Aksi Gelar Unras Minta Kepala Disperindagkop dan UKM Dicopot, Bupati: Kita Lihat Prosesnya

DPD Alamp Aksi Gelar Unras Minta Kepala Disperindagkop dan UKM Dicopot, Bupati: Kita Lihat Prosesnya
DPD-Alamp Aksi Aceh Singkil, gelar aksi Unjuk Rasa (Unras) berlangsung didua titik Pertama di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) terakhir di Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis (6/5/2021). (Ist)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Dewan Pengurus Daerah Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (DPD-Alamp Aksi) Aceh Singkil, gelar aksi Unjuk Rasa (Unras) berlangsung didua titik Pertama di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) terakhir di Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis (6/5/2021).

DPD Alamp Aksi menggelar Aksi tersebut mengingat dua kali surat yang mereka layangkan kepada Bupati Aceh Singkil, dinilai tidak direspon, sehingga mereka gelar Aksi Unras.

Aksi tersebut langsung diterima Bupati Aceh Singkil, dikawal Personil Polres Aceh Singkil. 

Maksud dan tujuan aksi tersebut, meminta agar segera mengevaluasi Kinerja Dinas Perindakop dan UKM Aceh Singkil, dan meminta Bupati agar segera mencopot Faisal dari jabatannya sebagai Kadis.

Sementara kasus yang dituntut mereka, mengingat Bazar Tangguh "Gulung Tikar" yang dikelola Disperindagkop dan UKM Aceh Singkil, karena kegiatan tersebut sebelumnya bermaksud sebagai bentuk upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan oleh Pemerintahan Pusat.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPD Alamp Aksi Aceh Singkil, Hardinata Simamora, menyampaikan, ini tentu menjadi sorotan selaku masyarakat Aceh Singkil, khusus DPD Alam Aksi. 

"Nah perencanaan yang kurang matang adalah sebagai bentuk bahwasanya Faisal tidak layak menjadi Kepala Dinas tersebut. Makanya saya sampaikan kepada Bapak Bupati sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap daerah ini adalah Mencopot beliau, karena beliau yang menunjuk Bapak Faisal," kata Hardinata.

Dia rasa tidak perlu panjang lebar, hanya ingin Bupati amanah.

"Tadi Bapak Bupati membilangkan bahwasanya beliau akan dievaluasi ataupun dicopot dari jabatannya sesuai prosedur yang berlaku," ujar Hardinata.

Saat disinggung berapa jumlah perserta Aksi, Hardinata menyampaikan, mereka dari Alam Aksi sebenarnya tidak perlu masa yang banyak.

"Tetapi tuntutannya jelas sampai terarah, yang hadir sepuluh orang lebihlah. Karena jumlah kader Alam Aksi sendiri yang ada di Aceh Singkil adalah tiga puluh orang," tutur Hardinata.

*Penyampaian Bupati Aceh Singkil

Terpisah, saat dikonfirmasi, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid menyampaikan, terkait evaluasi dan pencopotan sesuai Hukum yang berlaku.

"Sudah saya sampaikan ya kan, mencopot seseorang itu dalam eselon dua, itu punya ketentuan dan aturan, bukan semudah seperti yang disampaikan oleh Alamp Aksi, ini punya proses. Kita mau Mutasi orang harus izin ke KSN, mengeluarkan izin ke Mendagri. Melakukan izin ke BKN Regional Banda Aceh," ungkap Dulmusrid.

Lanjut dia, jadi bukan semudah itu, makanya kalau mereka minta untuk mengevaluasi atau mencopot.

"Ya tentu kita harus ini progresnya, progremya seperti apa dan tahapannya harus seperti apa. Kalau saya ya sebatas itu real benar ya wajar, karena itu aspirasi rakyat. Nah, tapi kita lihat nanti prosesnya. Jadi copot itu bukan ada copot buang di Staf tidak, kalau kita mau copot saja itu tidak mudah tentu harus ada proses," terang Dulmusrid.

Lanjut dia, dan sekarang mereka sedang melakukan ijin untuk melakukan asesmen atau lelang jabatan. 

"Karena sudah cukup dua tahun kita akan evaluasi dan kita akan lakukan evaluasi itu, kita ajukan sudah, termasuk di situ sudah yang pensiun dan sudah ada yang bermasalah kita harus kita lakukan pengisian jabatan lowong gitu," tambah Dulmusrid.

Namun, saat disinggung terkait dengan prestasi-prestasi Faisal yang pernah dilakukan sebelumnya, Dulmusrid menyampaikan, ya betul saja, mereka ini kan, mohon maaf.

"Kita manusia sama hanya hitam rambutnya aja. Nah, tatkala ada ya indikasi hitam sama tapi lebih banyak beda-beda. Ya beda pendangan seperti Alam Aksi mungkin itu salah. Ya pandangan kita ya sudah kita lakukan. Namun tatkala itu sebatas memang tidak sukses ya kita berhentikan karena kita jangan lebih banyak merugikan negara untuk programnya untuk Bazar Tangguh itu," tutur Dulmusrid.

Jadi, lanjut Dulmusrid, dia pikir ya mereka harus tahu, tatkala itu memang tidak ada sukses pelaksanaan Bazar Tangguh.

"Maka untuk memberhentikan keuangan negara tidak habis banyak ya diberhentikan programnya. Kan itu udah melakukan termasuk pencegahan ya kan, pencegahan untuk menghabiskan uang negara, sudah kita lakukan begitu terlihat beberapa hari tidak jalan, maka kita langsung berhentikan karena mungkin masuknya tidak bagus, itu aja," terang Dulmusrid.

Ia menyampaikan, kepada siapa pun dia yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada Negara dan Pemerintah. 

"Kita terima, saran saya mereka harusnya memberikan saran yang baik, kalau harusnya evaluasi, harusnya mereka ini sarankan, panggil pak, karena itu sebenarnya salah. Sementara mohon maaf lagi, Pak Faisal, tanggal itu dia minta izin tiga hari untuk diberhentikan, kan itu sudah baik sebenarnya ya kan, berarti dia tidak mau karena ini sudah prospeknya tidak akan sukses. Ini akan menjadi masalah, dan tiga hari sudah diberhentikan. Untuk diselamatkan uang negara. Kan sudah bagus," imbuh Dulmusrid.

Nah, kata dia, maunya kalau kita minta kepada siapa pun dia bukan hanya Alamp Aksi siapa pun masyarakat yang mengajukan untuk di evaluasi ke kita.

"Harusnya sarankan dipanggil, misal itu Faisal pekerjaannya selama ini salah. Untuk melakukan pembenahan kesalahan itu aja jadi ini langsung minta di copot, ya kita lihat nanti ketentuannya seperti apa aturannya," pungkas Dulmusrid.