Breaking News

Dinas Pendidikan Abdya Diminta Tegas Terapkan Sistem Zonasi Sekolah

Dinas Pendidikan Abdya Diminta Tegas Terapkan Sistem Zonasi Sekolah
Ketua Komite Wali Murid SDN 2 Susoh, Abdya, Suryandra Jalil. (Ist)

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat Daya (Abdya) diminta untuk bersikap tegas dalam hal penerapan sistem zonasi bagi sekolah-sekolah yang ada di daerah kabupaten setempat.

Pasalnya, setiap tahun ajaran pendidikan ada sekolah yang memiliki jumlah murid atau siswa terlalu sedikit, dan sebaliknya. Padahal pemerintah telah mengeluarkan keputusan pemberlakuan sistem zonasi sekolah untuk kestabilan jumlah peserta didik di setiap sekolah. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Wali Murid di SDN 2 Susoh, Suryandra Jalil kepada ACEHPORTAL.com, Senin (5/4/2021).

Suryandra menyebutkan, jika rumah sekolah tempat ia menjadi ketua komite jumlah murid yang masuk ke sekolah tersebut semakin berkurang.

"Pada tahun ajaran 2020/2021, itu murid yang masuk kelas I saja hanya sebanyak 3 orang, menurun drastis dari tahun ajaran sebelumnya yang berjumlah 14 orang," katanya.

Sebagai ketua komite sekolah, Suryandra khawatir jika pada tahun ajaran pendidikan berikutnya jumlah murid di sekolah tersebut akan terus berkurang, dan bahkan mungkin tidak ada murid sama sekali.

Padahal kata dia, Pemerintah telah mengeluarkan keputusan pemberlakuan zonasi sekolah yang semestinya itu wajib diterapkan oleh para kepala sekolah.

Ia menyatakan, jika pihaknya dan sekolah sudah melakukan berbagai upaya dalam mempromosikan sekolah kepada masyarakat dengan harapan antusiasme orang tua/wali membawa anaknya ke sekolah dimaksud dapat meningkat, namun upaya tersebut kurang berhasil.

"Kita bahkan sebelum masuk tahun ajaran sekolah, setiap tahun selalu mengajak orang tua calon murid untuk mengantarkan anaknya masuk ke sekolah ini, namun upaya tersebut kurang optimal," cetus dia.

Menurut Suryandra, hal itu terjadi selain dipicu karena masyarakat enggan membawa anaknya bersekolah ke SDN 2 Susoh, juga disebabkan oleh penerapan sistem zonasi yang kurang maksimal oleh sekelompok sekolah.

Kata dia, justru ada sekolah-sekolah yang tidak mau mengikuti sistem yang sudah dibuat pemerintah itu.

"Seharusnya kepala sekolah wajib mengikuti aturan pemerintah tersebut, agar tidak ada sekolah terzalimi karena jumlah muridnya sedikit," ujar dia.

Ia berharap agar pihak pemerintah daerah melalui Disdikbud Abdya untuk bersikap tegas terhadap sekolah-sekolah yang tidak mau mengikuti penerapan sistem zonasi tersebut.

"Harapan kami di tahun ajaran pendidikan akan datang agar dinas pendidikan Abdya lebih tegas lagi dalam mengawasi pemberlakuan sistem zonasi sekolah ini," demikian pintanya.

jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI