Breaking News

Diduga Nelayan Sibolga Sumut Lakukan Pengeboman Ikan di Perairan Aceh, Ini Penjelasan DKP Aceh

Diduga Nelayan Sibolga Sumut Lakukan Pengeboman Ikan di Perairan Aceh, Ini Penjelasan DKP Aceh
Tangkapan kamera video nelayan Kepulauan Banyak terhadap pengeboman ikan. (Ist)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Diduga nelayan yang berasal dari Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) melakukan pengeboman ikan di perairan laut Aceh tepatnya di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

Bahkan, aksi nelayan itu sempat terekam video dari kamera handphone nelayan Kepulauan Banyak.

Hal itu disampaikan warga Gampong Asantola, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Reza Valevi. Ia mengatakan, daerah yang dibom itu sekitaran Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat.

"Mereka keliling semua Kepulauan Banyak, daerah yang rawan pengeboman seperti, Pulau Bangkaru, Pulau Tambarat, Pulau Sarang Alu, Pulau Pinang dan banyak pulau yang lain," terang Reza kepada ACEHPORTAL.com, Minggu (25/4/2021).

Menurut informasi dari masyarakat, tiga hari yang lalu peristiwa itu masih ada dan mereka melakukannya di sekitaran Pulau Tambarat.

"Menurut laporan dari masyarakat juga, mereka sudah laporkan, tetapi belum ada tanggapan dari semua pihak," ujar Reza.

*Penjelasan Dinas Perikanan Aceh Singkil

Terpisah, saat dikonfirmasi Dinas Perikanan Aceh Singkil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Chazali mengatakan bahwa memang ada laporan terkait hal itu.

Mereka secara aturan, bahwa Dinas Perikanan Aceh Singkil tidak ada kewenangan menganggarkan biaya ke laut.

"Kabupaten hanya berhak menganggarkan biaya umum seperti di sungai atau danau, jadi persoalan seperti ini tentu yang berperan provinsi karena kewenangan udah dialihkan ke provinsi," ungkap Chazali. 

Ia juga mengatakan, sebulan yang lalu dari provinsi sudah melakukan patroli. "Mengadakan patroli turun ke Singkil, namun tidak dapat orang yang melakukan pelanggaran di laut tersebut," ujarnya.

Namun, ia juga menyampaikan, bahwa mereka di Singkil memang bisa patroli, tapi tidak ada Anggaran untuk operasional.

"Transpotasi ada, terkait dengan personil juga ada. Posus ada, penyidik ada, tapi kita tidak bisa menganggarkan biaya transpotasi, dari kabupaten untuk pergi patroli," tuturnya.

Selain itu, Kasi Penanganan Pelanggaran Tindak Pidana Perikanan Aceh, Muzakkir mengatakan, kalau berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 memang kewenangan pengawasan sudah ke provinsi.

"Namun, pada prinsipnya kami DKP Aceh tetap optimis dalam menjaga sumberdaya kelautan di perairan laut kita, bahkan kita pada tanggal tujuh kemarin sudah turun patoli terpadu," katanya.

Ia juga menyampaikan, memang pihaknya terkendala masalah anggaran. "Masalah anggaran itu, kebetulan saya ngikut rakornis di Jakarta kemarin tepatnya Minggu yang lalu, disitu saya sudah sampaikan, itulah kewalahan kami di kabupaten dan kota atau provinsi, bahkan hal itu saya laporkan sampai ke Deputi Bappenas agar diatasi," jelasnya.

Ia juga melaporkan, karena ia optimis masalah itu juga, bahkan sudah melaporkan masalah SDM, anggaran dan sarprasnya.

"Sebenarnya sama kita, terkait Anggaran juga, mudah-mudah ini bisa teratasi agar kita kembali melakukan patroli kesana untuk menjaga," pungkas Muzakkir.

Sementara terkait persoalan tersebut, ACEHPORTAL.com sebelumnya telah memberitakan dengan judul "Maraknya Pengeboman Ikan Pangkalan TNI AL Simeulue Siap Amankan Perairan Barat Aceh".

Diketahui bahwa mereka siap amankan perairan, membantu upaya pemerintah untuk mendengungkan Gerakan Indonesia Bangkit dari dampak pandemi Covid-19 yang semakin menggema ke seluruh penjuru tanah air yang bertujuan untuk bangkitkan ekonomi masyarakat dari ujung Barat sampai ujung Timur Indonesia.

Untuk mengantisipasi kegiatan ilegal di wilayah perairan pantai Barat Aceh, tentunya perlu pembinaan terhadap masyarakat pesisir dan dukungan sarana patroli yang memadai untuk bisa menjamin keamanan dan kelestarian alam serta biota laut di dalamnya.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Simeulue Letkol Laut (P) Ahmad Fahribi diwakili Palaksa Lanal Simeulue Mayor Laut (P) Martensyah didampingi Komandan Posal Singkil, Lettu Laut (T) Nur Cholis dan Komandan Posal Pulau Banyak, Letda Laut (P) Arifin melaksanakan koordinasi dengan Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali yang didampingi Sekretaris Daerah Sekda Aceh Singkil Azmi untuk membahas rencana kegiatan penindakan terkait keamanan di laut supaya bisa membantu menjamin rasa aman bagi masyarakat serta melindungi kelestarian alam di laut Aceh Singkil, Jumat (9/4/2021).

Koordinasi itu untuk menindak lanjut respon Bupati Aceh Singkil, terkait persoalan tersebut agar bisa mendukung sarana patroli sea raider untuk Pos TNI AL Singkil, agar bisa menindak para pelaku tindak pidana di laut Singkil.

Editor:
Rubrik:Daerah, Hukum, Umum
Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues