Breaking News

Demi Raih Kesejahteraan, Nelayan di Bireuen Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian Aceh

Demi Raih Kesejahteraan, Nelayan di Bireuen Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian Aceh(ACEHPORTAL.com)
Nelayan di Bireuen yang tergabung dalam Lembaga Adat Panglima Laot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga dan merawat perdamaian Aceh, Kamis (11/11/2021).

BIREUEN, ACEHPORTAL.com - Nelayan di Bireuen yang tergabung dalam Lembaga Adat Panglima Laot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga dan merawat perdamaian Aceh.

Ketua Panglima Laot Bireuen, Badruddin menyebutkan, kelompok nelayan di Bireuen meminta masyarakat untuk tak terpengaruh dengan berbagai isu yang dapat mengganggu perdamaian di Aceh.

Terlebih, beberapa waktu belakangan terjadi aksi kriminal bersenjata di beberapa wilayah yang menimbulkan opini masyarakat luar bahwa Aceh tidak aman.

"Menjadi kewajiban seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama memperbaiki citra Aceh yang aman, masyarakatnya cerdas dan humanis. Kita harus menjaga Aceh agar kondusif," katanya, Kamis (11/11/2021).

Selain itu, kata Badruddin, masyarakat di Aceh tak perlu ikut terlibat dalam polemik isu politik yang kerap digulirkan sejumlah oknum yang tengah mencari kepentingan pada momen tertentu.

"Misalnya soal Qanun Bendera Aceh, kita masyarakat sebaiknya bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Aceh untuk menyelesaikannya secara diplomasi dan sesuai dengan hukum dan perundang-undangan," ujarnya.

Dia mengatakan, Aceh harus segera berbenah sebab masih banyak yang harus dilakukan untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakatnya.

"Terkhusus di kalangan masyarakat nelayan di Bireuen, masih banyak permasalahan yang membutuhkan perhatian dari pemerintah dan berbagai pihak," ungkapnya.

Misalnya, sambung dia, persoalan terhentinya pembangunan PPI Peudada dan muara dangkal, yang disebut Badruddin menghambat aktifitas nelayan.

Sebelumnya, PPI tersebut pernah direncanakan sebagai pelabuhan pelelangan ikan terbesar kedua di Aceh setelah PPI Lampulo, Banda Aceh.

Kemudian, masyarakat nelayan di Bireuen sering mengalami kesulitan mengurus ijin berlayar dan memperoleh BBM subsidi.

"Hal tersebut membutuhkan perhatian berbagai pihak, demi meningkatkan perekonomian nelayan di Bireuen," tutupnya.

Editor:
Rubrik:Daerah