Breaking News

Delapan Saksi Diperiksa Terkait Kasus Korupsi PT AMU dan Batubara Sarolangun

Delapan Saksi Diperiksa Terkait Kasus Korupsi PT AMU dan Batubara Sarolangun

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa delapan saksi terkait kasus korupsi PT Askrindo Mitra Utama (PT AMU) dan Batubara Sarolangun, Selasa (6/7/2021).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, dua saksi diperiksa terkait kasus korupsi PT AMU yakni WR dan NOH yang merupakan Pelaksana Pemasaran Perwakilan PT AMU Sukabumi. 

"Keduanya diperiksa terkait produksi asuransi PT AMU tahun 2016 hingga 2020, pencairan biaya operasional dan aliran dana biaya operasional kepada pejabat PT Askrindo Cabang," ujarnya.

Sementara, enam saksi lainnya diperiksa terkait kasus Izin Usaha Pertambangan (IUP) batubara di Sarolangun, Jambi.

Saksi yang diperiksa yakni DS selaku Kepala Seksi Pengawasan pada Dinas ESDM Sarolangun Tahun 2010 hingga 2015, HK selaku Mantan Kabid Pertambangan Dinas ESDM Sarolangun serta DSD selaku Kepala Seksi Pengawasan Dinas ESDM Sarolangun.

Kemudian, saksi selanjutnya yakni K selaku Mantan Kepala Seksi Perizinan Dinas Energi ESDM Sarolangon, D selaku Kepala Dinas Lingkungan Sarolangon serta H selaku PNS Dinas ESDM Sarolangon. 

"Keenam saksi tersebut diperiksa terkait prosedur penerbitan izin usaha pertambangan di Sarolangun," kata Kapuspenkum.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan serta menemukan fakta hukum tentang kedua kasus tersebut, pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan prokes pencegahan penularan Covid-19," jelasnya. (*)

Editor:
Rubrik:Hukum