Breaking News

Dari 10 Pulau yang Dilirik UEA, Lima Diantaranya Sudah Disurvei Tim Inver

Dari 10 Pulau yang Dilirik UEA, Lima Diantaranya Sudah Disurvei Tim Inver
Tim Inver Awal di Pulau Asok, Pulau Banyak (Zulkarnain/ACEHPORTAL.com)

SINGKIL, ACEHPOTAL.com - Dari 10 Pulau yang dilirik oleh pihak Uni Emirate Arab (UEA) untuk investasi, lima pulau diantaranya sudah disurvei dengan pengambilan foto visual fisik lapangan sekaligus pengambilan exsisting titik koordinat oleh Tim Pelaksanana Inventarisasi dan Verifikasi (Inver) awal Aceh Singkil, Kamis (1/4/2021).

Pelaksanaan Inver awal terhadap pulau yang di lirik Murban Energy UEA untuk menanamkan modal Investasi yang direncakan dalam waktu dekat tersebut, diharapkan agar tanah tak menjadi kendala.

Hal tersebut salah satu yang akan ditandatangani dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Abu Dhabi.

Pantauan ACEHPORTAL.com saat terjun langsung melihat Tim Inver bekerja yang pelaksanaannya terlebih dahulu dimulai dari Pulau Sikandang dan berlanjut ke Pulau Orongan sempat ditunda.

Pasalnya cuaca sedang tidak mendukung disertai angin angin kencang. Setelah angin reda, tim kembali melanjutkan kegiatan ke Pulau Ragorago, Pulau Matahari dan terakhir ke Pulau Asok di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

Sementara, sepuluh pulau yang dilirik oleh UEA masing-masing adalah Pulau Sikandang, Pulau Orongan, Pulau Ragorago, Pulau Matahari, Pulau Asok, Pulau Pala mbak Besar, Pulau Ujung Batu, Pulau Balong, Pulau Tambarat dan Pulau Rangit Besar untuk tempat UEA menanamkan modal investasinya sebesar Rp 7,19 triliun.

Namun, pelaksaan akan dilanjutkan untuk lima pulau dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pelaksana Inver untuk Investasi UEA Kepala Dinas Pertanahan Aceh Singkil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengaturan Penguasaan dan Penatagunaan Tanah Pertanahan Aceh Singkil, Harfin Suryadi.

"Insya Allah dalam waktu dekat ini paling lambat lusa yaitu pada hari Sabtu, karena besok kita ada agenda di Kantor Camat Pulau Banyak, agenda kita tersebut untuk musyawarah dengan kepala desa Kecamatan Pulau Banyak dan masyarakat pemilik tanah untuk membicarakan terkait pekerjaan langkah awal guna upaya pelepesan status kawasan melalui pelaksanaan inver ini," ujar Harfin.

Harfin berharap, dengan pekerjaan inver awal ini dapat menjadi dokumen pendukung bagi pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sebagai dasar pelepasan kawasan Konservasi TWA Kepulauan Banyak.

"Semoga pekerjaan inver awal ini, diridhai Allah SWT mudah-mudahan tidak ada kendala apapun supaya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Aceh Singkil, akses dari hadirnya UEA," pungkas Harfin.

Editor:
Rubrik:Daerah, Umum
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI