Breaking News

Cerita Baru Sopir Pikap Aceh Tenggara yang Diduga Jadi Korban Perampokan

Cerita Baru Sopir Pikap Aceh Tenggara yang Diduga Jadi Korban Perampokan(Dok. Facebook)
Sopir mobil pikap yang ditemukan beberapa waktu lalu yang diduga jadi korban perampokan yakni Abdul Rasyid.

KUTACANE, ACEHPORTAL.com - Misteri penemuan mobil pikap jenis APV tanpa sopir di sisi jalan kawasan perkebunan sawit tepatnya di Desa Penguhapan, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara pada Rabu (20/10/2021) lalu mempunyai cerita baru.

Penemuan mobil bernopol BK 8520 DA dengan kondisi kaca pecah serta adanya bercak darah tersebut sontak menghebohkan masyarakat karena diduga sang sopir menjadi korban perampokan.

Hingga akhirnya, pihak kepolisian beserta tim SAR dan yang lainnya pun langsung mencari keberadaan korban yang disebut-sebut sebagai Toke Cokelat itu.

Abdul Rasyid, warga Desa Batu Hamparan, Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara yang merupakan sopir mobil pikap itu ternyata diketahui bukan korban perampokan.

Ini disampaikan oleh istrinya sendiri yakni Suryani saat dikonfirmasi beberapa media di kediamannya di Desa Batu Hamparan, Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara, Sabtu (23/10/2021) lalu.

Suryani didampingi Kepala Desa Batu Hamparan serta Babinsa setempat serta saudaranya kepada media membenarkan bahwa suaminya Abdul Rasyid masih hidup besama wanita lain.

Ia mengaku mendapat panggilan telepon dari seseorang yang mengaku Abdul Rasyid dan diyakini bahwa itu suaminya berdasarkan suara penelepon, saat berada di Mapolres Aceh Tenggara pada Jumat malam.

"Gak usah dicari lagi keberadaan saya, saya sudah ada di suatu tempat sama perempuan lain, saya tidak suka lagi sama kamu untuk sekarang kalau kedepannya gak tau," ucapnya menirukan perkataan sangat penelepon dengan mengunakan bahasa daerah Gayo. 

Sementara itu, Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Bramanti Agus Suyono Kasat Reskrim AKP Suparwanto kepada awak media beberapa waktu membenarkan bahwa pihaknya saat ini sedang menangani kasus tersebut.

Hal tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada wartawan Aceh Tenggara saat dikonfirmasi terpisah pada Sabtu (23/10/2021) lalu. Namun, hingga kini belum ada informasi lanjut terkait kasus tersebut. 

Editor:
Rubrik:Peristiwa