Breaking News

Cegah Lonjakan Harga, Disperindag Aceh bersama Dinas Dagperinaker Agara Gelar Pasar Murah di 16 Kecamatan

Cegah Lonjakan Harga, Disperindag Aceh bersama Dinas Dagperinaker Agara Gelar Pasar Murah di 16 Kecamatan
Cegah Lonjakan Harga, Disperindag Aceh bersama Dinas Dagperinaker Agara Gelar Pasar Murah di 16 Kecamatan. (ACEHPORTAL.com/Doni Sekedang)

KUTACANE, ACEHPORTAL.com - Mencegah melonjaknya harga kebutuhan bahan sembako menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah pada 20 Juli 2021 mendatang, Diperindag Aceh beserta Dinas Dagperinaker Aceh Tenggara menggelar pasar murah di 16 kecamatan di Aceh Tenggara pada 5 Juli 2021 hingga 10 Juli 2021 mendatang.

Kepala Dinas Dagperinaker Aceh Tenggara, Ramisin melalui Sekretaris, Muliadi saat di konfirmasi ACEHPORTAL.com mengatakan, pelaksanaan pasar murah tersebut dilakukan untuk stabilisasi harga dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah sekaligus mengatasi dampak ekonomi akibat penyebaran COVID-19, khususnya di Aceh Tenggara.

"Kita berharap pasar murah itu dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menjalani dampak ekonomi akibat penyebaran COVID&19," ujar Muliadi.

Pasar murah kali ini dilakukan berkolaborasi antara Disperindag Aceh dan Disdagperinaker Aceh Tenggara, dimana Disperindag Aceh memberikan pelayanan di empat titik yang tersebar di Kecamatan Tanoh Alas, Bambel, Bukit Tusam dan Kecamatan Lawe Bulan.

Sedangkan untuk Dinas Dagperinaker Agara melayani di 12 titik lainnya yang tersebar di Kecamatan Leuser, Babul Makmur, Lawe Sigala-gala, Semadam, Lawe Sumur, Babussalam, Badar, Deleng Pokhkisen, Ketambe, Darul Hasanah, Lawe Alas dan Babul Rahmah. 

Untuk kegiatan pasar murah tersebut, pemerintah menyediakan subsidi untuk lima bahan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan telur ayam.

Dari pantauan ACEHPORTAL.com, untuk harga lima bahan pokok pada pasar murah tersebut seperti beras seharga Rp 80 ribu per 10 kilogram, gula pasir seharga Rp 20 Ribu per kilogram, minyak goreng kemasan seharga Rp 26 ribu per dua kilogram, tepung terigu seharga Rp 6 ribu per kilogram, telur ayam seharga Rp 35 ribu per papan dan sirup seharga Rp 18 ribu per botol.

"Guna menghindari penyebaran virus COVID-19 dan juga menghindari kerumunan masyarakat, kegiatan kali ini dilakukan dengan sistem mobile dan delivery langsung ke kawasan rumah penduduk di masing-masing kecamatan," ungkap Muliadi. 

Ia menambahkan, pada pelaksanaan pasar murah ini Dinas Dagperinaker Agara bekerja sama dengan penyedia barang lima bahan pokok tersebut, dimana untuk hasil penjualan kelima bahan pokok itu akan diberikan langsung kepada penyedia barang, sedangkan nilai subsdi penjualan akan di transfer ke rekening penyedia barang.

Sementara itu, Istiani, salah seorang warga Kute Ujung Bakhu, Darul Hasanah mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

"Dengan adanya pasar murah ini dapat membantu kebutuhan dapur dimana harga pasar murah ini lebih murah dibandingkan harga di pajak," sebutnya.

Editor:
Rubrik:Ekonomi