Breaking News

Cegah Kasus Pertanahan, Kantor Pertanahan Aceh Singkil Gelar Sosialisasi

Cegah Kasus Pertanahan, Kantor Pertanahan Aceh Singkil Gelar Sosialisasi(Zulkarnain/ACEHPORTAL.com)
Pemateri dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil, Kasi Pidum Muhammad Damanik saat menandatangani berita acara.

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Untuk pencegahan adanya kasus pertanahan, Kantor Pertanahan Aceh Singkil menggelar sosialisasi di Aula Kantah Aceh Singkil, Jumat (19/11/2021). 

Sosialisasi itu digelar untuk menghindari terjadinya sengketa konflik perdata terkait tanah di wilayah Aceh Singkil.

Hadir sebagai pemateri dari Polres Aceh Singkil, Kasat Reskrim Iptu Abdul Halim, dari Kejari Aceh Singkil, Kasi Pidum, Muhammad Damanik, dari Pengadilan Negeri (PN) Singkil, Hakim Pratama Muda PN Singkil, Ramadhan Hasan serta Kepala Dinas Pertanahan Aceh Singkil, Syamla.

Peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut dari dua daerah dibawah Kantor Pertanah Aceh Singkil yaitu Pemko Subulussalam dan Aceh Singkil. Selanjutnya, para peserta juga mengikuti sesi tanya jawab kepada pemateri.

Kepala Kantor Pertanahan Aceh Singkil, Muhammad Reza mengatakan, untuk mengatasi soal konflik tahan diadakan sosialisasi pencegahan kasus pertanahan bila terjadi ke Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayahnya.

"Tujuannya adalah mecegah melonjaknya sengketa konflik dan perkara masalah hukum terkait persoalan tanah, minimal berkuranglah nanti antara sengketa dan konflik ke APH," kata Reza.

Muhammad Reza juga menyampaikan bahwa sebelumnya Kementerian ATR/BPN merupakan lending sektor terhadap upaya pencegahan kasus pertanahan.

"Jadi kita menggolkan upaya tersebut tentunya kita menggandeng APH disini, seperti kejaksaan dan kepolisian, untuk amanahnya MoU antara Kementerian ATR/BPN Pusat dan Kapolri tahun 2017 dan tindaklanjutnya pembentukan exsen satgas mapia tanah tahun 2018 itu belum," sebut Reza.

Berikutnya juga, lanjut Muhammad Reza, Kementerian ATR/BPN Pusat menggandeng Kejaksaan Agung.

"Kejaksaan Agung juga digandeng di tahun 2020, mungkin nanti terbentuk Satgas exsennya di tahun 2021, tentunya kegiatan ini juga perlu kita sosialisasikan terus menerus," kata Reza. 

"Terhadap masyarakat, karena keterbatasan ruang dan waktu serta keterbatasan anggaran mengakibatkan kami hanya memberi ruang di kantor yang jelasnya upaya pencegahan itu ada," ujar Reza.

Disinggung terkait tim pencegahan, Muhammad Reza mengatakan bahwa tim pencegahan belum terbentuk karena masih dalam rancangan menteri.

"Jadi lapormennya sudah ada, sudah disusun oleh direktorat jenderal SKP pusat dan telah menyusun rancangan menteri, dalam waktu dekat nanti mungkin ditandatangani oleh Bapak Menteri," pungkasnya.

Editor:
Rubrik:Daerah