Breaking News

Bupati Gorontalo dan keluarga serta Para stafnya bersuluk di Dayah Darul Ihsan labuhan Haji

Bupati Gorontalo dan keluarga serta Para stafnya bersuluk di Dayah Darul Ihsan labuhan Haji

LABUHAN HAJI,  ACEHPORTAL.com -Seperti kita ketahui Dayah Darul Ihsan Labuhan Haji yang di pimpin oleh Abuya Syekh H. Amran Waly Al-khalidy (Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Asia Tenggara) setiap bulan puasa mengadakan Sulok selama bulan ramadhan. 

Tahun ini lebih dari 2000 orang telah hadir untuk mengikuti kegiatan Sulok, dari berbagai latar belakang muali dari penjabat eksekutif seperti bupati, walikota, ada juga dari anggota DPR beberapa kabupaten kota yang hadir, juga dari kalangan pengusaha, para birokrat dan juga dari masyarakat biasa.

Kehadiran Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd
disambut hangat oleh Bupati Aceh Barat H. Ramli Ms, hadir dua orang bupati satu dari Indonesia Timur dan satu dari Indonesia barat, untuk mengikuti ritual Sulok di Dayah Abuya Syekh H. amran Waly Al-khalidy. 

Bukan hanya bupati saja mereka juga mengajak keluarga serta seluruh stafnya untuk mengikuti Suluk tahun ini, tentu bupati Gorontalo jauh datang dari timur menempuh perjalanan berjam-jam melalui udara dengan tujuan ingin melihat dan merasakan langsung bagaimana Suluk di Aceh khususnya Suluk di Dayah Darul Ihsan tahun ini. 

Dan tentu para pengikut MPTT merasakan pengalaman tersendiri selama mengikuti Suluk ini, 
Bupati Gorontalo mengatakan bahwa MPTT tidak hanya mengajarkan ilmu tapi juga melatih dalam pengamalan hingga memperoleh rasa dalam ibadah. Tauhid tasawuf adalah satu jalan untuk mendapatkan kemanisan dalam beragama.

Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd  juga di percaya sebagai penasehat MPTT di Wilayah Indonesia Timur yang telah berjanji akan membuat 19 buah posko MPTT I di seluruh daerah yang ada di kota Gorontalo.

Dan juga beliau berbagi pengalaman selama hampir satu tahun mengikuti MPTT  banyak sekali manfaat dan berbagai kemudahan yang di dapati selama mengikuti ajaran tauhid tasawuf, terasa manis dalam beragama, tenang dalam menghadapi berbagai cobaan dan problematika dalam kehidupan.

Bupati salut dan kagum kepada sosok Abuya yang mengakatan Abuya bukan hanya seorang ulama tapi juga pengamal bahkan juga penulis yang begitu banyak karya buku dan makalah makalah yang dituliskan sangat bagus dan bermanfaat untuk kita pelajari dan amalkan, saya saja sebagai seorang akademisi sudah Professor tidak mampu membuat karya seperti tulisan abuya, itu sebagai tanda kasih sayang abuya kepada umat, agar umat ini juga merasakan manfaat dari ajaran yang mulia ini yang dapat membawa keselamatan dan kesejahteraan dunia dan akhirat.

Abuya ini adalah ulama ummat yang tidak meinginkan keselamatan untuk dirinya saja tapi juga keselamatan untuk ummat seluruhnya.

Sebab membangun fisik itu adalah urusan yang gampang, ada uang tinggal dibangun, tapi membangun hati manusia butuh proses tiada lain adalah melalui ajaran tasawuf kesufian.

Dia menambahkan Di MPTTI ini kita di satukan tidak membedakan aliran, saya dari tokoh Muhammadiyah dapat merasakan keharmonisan beragama melalui MPTT.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Abuya dan masyarakat Aceh yang telah membuat muzakarah tauhid tasawuf Asia Tenggara dua kali di kota Gorontalo yang banyak memberikan ilmu dan inspirasi bagi saya."ujar bupati. 

"Kami dari Gorontalo yang dijuluki serambi Madinah dan Aceh sebagai serambi Mekah dapat di pertautkan untuk peradaban dan kemajuan islam akan datang."ungkap Bupati Gorontalo yang juga mantan Rektor universitas Muhammadiyah kota Gorontalo.

Rubrik:News, Sosok