Breaking News

BPK-RI Beberkan Terkait Temuan Rp 12 Miliar, Bupati Aceh Singkil: Kita Suruh Segera Kembalikan

BPK-RI Beberkan Terkait Temuan Rp 12 Miliar, Bupati Aceh Singkil: Kita Suruh Segera Kembalikan

Aceh Singkil Acehportal.com - Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Aceh, melakukan kunjungan kerja ke Aceh Singkil
terkait percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dan Penyelesaian Kerugian Daerah, di Opproom Kantor Bupati Aceh Singkil, Jum'at (19/2/2021).

Kepala Perwakilan BPK Provinsi Aceh, Arif Agus saat dimintai keterangannya menyampaikan, Kunjungan ini adalah bagian dari upaya proaktif BPK dalam membina dan mendorong percepatan penyelesaian kerugian daerah dan penindaklanjutan rekomendasi hasil pemeriksaan oleh pemerintah daerah.

"Kita hari ini hanya sosialisasi, terkait aturan dan temuan BPK," singkatnya.

Terpisah, Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, menyampaikan, bahwa temuan itu disampaikan oleh Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Aceh, atas tindaklanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

"Jadi tindak lanjut temuan LHP itu, ada sebagian yang ditindaklanjuti, jadi dari jumlah semua itu kita mendapat predikat 61 persen, diurutan ke 17 dari 23 Kabupaten/Kota," Ungkapnya.

Dulmusrid juga menyampaikan, sekarang sedang melakukan tindak lanjut, kepada Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Aceh Singkil.

"Jadi ada sebagian adimistrasi, sebagian ada kerugian negara. Yang itu kerugian negara segera dikembalikan. Nanti SKPK-nya yang mana jadi temuan, kita suruh segera kembalikan," Katanya.

Namun, Dulmusrid juga menyampaikan, kalau 12 Miliar jadi temuannya BPK. Mereka kelompokkan dulu, mana yang Temuan 12 M itu.

"Kalau semuanya, akan dibagi nanti, suruh kelompokkan dulu, mana penemuan yang 12 M itu, ditempatnya siapa, dinas mana, kalau riwayatnya seratus juta, atau dua ratus juta kita suruh segera kembalikan," Ungkapnya

Dulmusrid juga menambahkan, sebagian temuan oleh LHP BPK itu, temuannya ada sebagian yang sudah meninggal dunia. Ada temuannya dipergunakan disaat dia masih hidup sekarang sudah meninggal. Itu nanti katanya akan bisa dihapus.

"Nah, itu ketentuannya bisa dihapus. Utang piutang itu tidak usah dikembalikan, karena yang bersangkutan sudah meninggal dunia, kecuali yang masih hidup, baik dia sudah tidak bekerja lagi, bentar lagi akan dikembalikan. Jadi kita belum tahu komposisinya itu berapa, Untuk orang yang sudah meninggal mungkin ada temuannya sekitar 6 miliar, maka bisa dihapus atau diberikan amnesti," Tambahnya.

Yang kedua, Kata Dulmusrid, menyangkut dengan masalah administrasi. Administrasi itu disampaikannya, karena menyangkut dengan laporan-laporan.

"Yang kadang kala terganggu dengan jaringan, jaringannya tidak bisa dientri oleh SKPK-nya. Jadi hanya itu. Sehingga hari ini BPK RI turun kemari perwakilannya. Pertama, untuk memberikan solusi pencerahan Terhadap temuan BPK RI, agar segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Jadi angka Rp. 12 miliar itu menurut BPK,  Kata Dulmusrid, nanti temuan itu mungkin angkanya bervariasi. Ada yang temuannya Dinas SKPK berapa, atau ada temuan itu yang belum dikembalikan.

"Kalau yang tidak lagi aktif bekerja, Harus dikembalikan, tidak boleh tidak," Tegasnya.

Namun, Dulmusrid juga menyampaikan, Temuan misal didinas mana, sudah ada waktu  24 bulan untuk pengembalian.

"Berarti dua tahun harus mengembalikan kerugian negara," Pintanya.

Rubrik:Daerah, Umum