BI Akan Susun Master Plan Kepulauan Banyak, Achris: Hawai Bisa Kalah Indahnya Dengan Pulau Banyak

BI Akan Susun Master Plan Kepulauan Banyak, Achris: Hawai Bisa Kalah Indahnya Dengan Pulau Banyak
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh menggelar High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III tahun 2021 Aceh Singkil. Kegiatan itu berlangsung di Opprom Kantor Bupati setempat, Jumat (20/8/2021). (Ist)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh menggelar High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III tahun 2021 Aceh Singkil. Kegiatan itu berlangsung di Opprom Kantor Bupati setempat, Jumat (20/8/2021). 

Sehari sebelum melakukan meeting, para rombongan terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Kepulauan Banyak Aceh Singkil untuk langsung meninjau Pulau Banyak sebagai potensi kebanggaan daerah setempat.

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Aceh, Yusri, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, Kepala Pusat Statistik Aceh, Ihsanulrizal dan Kepala Kantor Wilayah Pajak Aceh, Imanul Hakim serta perwakilan masyarakat.

Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Achris Sarwani mengatakan, hari ini pihaknya mengadakan High Level Meeting TPID kabupaten Aceh Singkil yang langsung dipimpin oleh Bupati Aceh Singkil.

"Jadi kegiatan ini merupakan konsen dari Pak Bupati dan pimpinan daerah untuk selalu mengendalikan Inflasi di daerahnya," sebut Achris.

"Dan hari ini Alhamdulillah bisa dihadiri Pak Bupati, Pak Sekda dan seluruh dinas yang terkait termasuk instansi yang terkait dalam rangka untuk bersama-sama kita mengendalikan Inflasi," ucapnya.

Disinggung apakah ada suatu kesepakatan dan program untuk kedepan, Achris menyampaikan salah satu kesepakatan atau hasil dari sebuah High Level Meeting TPID ini.

"Adalah tindaklanjutnya terkait program-program kita sepakati, kemudian seperti apa, kebetulan dalam kesempatan ada tiga program yang disepakati yang pertama kita akan menguatkan perdagangan antara daerah, untuk menjaga ketersedian seperti kebutuhan bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat Singkil atau sebaliknya kalau masyarakat Aceh Singkil memiliki kelebihan produksi untuk dijual keluar, makanya nanti kita akan melakukan kegiatan perdagangan antar daerah dan itu harus kita lakukan," papar Achris.

"Yang kedua adalah terkait dengan informasi, informasinya kita jaga supaya informasi ini selalu update agar selalu melakukan komunikasi dengan masyarakat dan kita nanti akan melakukan operasi pasar, kita melakukan sidak pasar, itu informasinya masyarakat harus tau bahwa kita melakukan kegiatan yang dapat menjaga supaya masyarakat menjadi adem, jadi ayem karena masyarakat dan Pemeritah daerah membutuhkan," tuturnya.

"Yang terakhir adalah terkait dengan intensitas kita untuk selalu secara reguler melakukan koordinasi," tambahnya.

Menurut pantauan sebelumnya bahwa rombongan ke Kepulauan Banyak, Achris menyampaikan mereka selain LHMM punya "Tim Sembilan" yaitu tim satuan kerja vertikal yang ada di Aceh.

"Bertugas dalam tanda kutip dari Tim Sembilan itu yang dinamai Meukarya Aceh terdiri dari Kanwil DJPB, Kanwil DJP, Kanwil DJBC, Kanwil DJKN, BI, BPK, BPKP, BPS dan OJK, kita melakukan dukungan agar pemerintah daerah bisa lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerahnya masing-masing," kata Achris. 

"Salah satunya itu di Pulau Banyak, Pulau Banyak ini mempunyai potensi yang sangat baik untuk kedepan, itu kami support. Kami kemarin hadir sampai hari ini ada dua support yang utama kemarin kami lakukan untuk meminta temen-temen membuka perbankkan yaitu Bank Aceh Syariah, kita minta untuk buka cabang di Pulau Banyak," tambah Achris.

"Untuk apa, untuk memfasilitasi masyarakat melakukan transisi bank dan Alhamdulillah kami dari kemarin juga hadir dengan Dirut-nya Bank Aceh Syariah itu yang pertama," tambahnya lagi.

"Yang kedua, Bank Indonesia melakukan apa yang disebut menyusun visien master plan dari Pulau Banyak supaya jangan sampai nanti kita telat, artinya belum punya perencanaan kemudian pemanfaatannya yang sembarangan yang nantinya bisa potensi Pulau Banyak tidak berjangka panjang, harus ada sistem, mana daerah bisnis dan mana daerah private praisem, mana yang daerah master praisem itu menurut kita harus dijaga, kalau nggak nanti bisa rusak dalam jangka panjang kalau ini tidak kita rencanakan dari awal," katanya.

Disinggung terkait rencana Bank Indonesia apakah merupakan sebuah dukungan terhadap adanya Uni Emirate Arab (UEA) yang akan menanamkan modal di Kepulauan Banyak, Achris menyampaikan bahwa hal itu benar memang bentuknya menjadi selaras.

"Investor internasional Uni Emirate Arab ini, bahwa dia percaya ke daerah ini karena memiliki dan punya potensi, tapi dia juga pasti melihat seperti apa respon daerah ini untuk menyiapkan, jadi kita nggak boleh diem. Nah, salah satunya tidak boleh diem, kita dari Bank Indonesia menyediakan master plan-nya disini supaya mereka nggak salah masuk ke sini," ujarnya.

"Karena mereka tau kalau Bank Indonesia sebagai bank sentral untuk mengawal yang juga nanti disini, tidak cuma hanya temen-temen di Aceh Singkil, tapi secara nasional juga mengawal pelancaran di Pulau Banyak dan satu lagi di sistem perbankkan, mereka juga jangan khawatir, kalau nanti masuk sudah ada sistem perbankkan disini, dia mau transfer dan lainnya tidak ada masalah. Jadi kita selaras untuk membuktikan bahwa kita satgas pusat mendukung Pulau Banyak sebagai tempat investasi Uni Emirate Arab ini," terangnya.

Terakhir, saat disinggung dengan destinasi wisata dan keindahan Pulau Banyak apakah layak UEA, Achris mengungkapkan rasanya setelah melihatnya Hawai saja bisa kalah dengan keindahan Pulau Banyak.

"Karena kami kaget juga dengan keindahannya, memang kami datang semalam belum bisa merasakan seputaran Pulau Banyak. Namun, pagi ini tadi kami keliling di seputaran Pulau Banyak, pantainya sangat indah dan pasirnya putih dan sangat bersih, undah dan alami dan itu saya yakin susah dicari di tempat lain," pungkasnya sembari tersenyum.

Editor:
Rubrik:Ekonomi