BI Aceh: Uang Rusak Sisa 68 Persen Masih Bisa Ditukar Dengan yang Baru

BI Aceh: Uang Rusak Sisa 68 Persen Masih Bisa Ditukar Dengan yang Baru(Dok. Ratno Sugito)
Pelaksana (Kasir) BI Aceh, Saiful Rahman saat memberikan paparan mengenai Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) dalam pelatihan jurnalistik ekonomi di Sabang, Selasa (26/10/2021).

SABANG, ACEHPORTAL.com - Uang rupiah dengan nominal berapa pun yang rusak karena terbakar, terpotong, robek dan lain sebagainya masih dapat ditukarkan ke Bank Indonesia di wilayah mana pun.

Dengan catatan, uang tersebut mengalami kerusakan 2/3 atau tersisa 68 persen (28% hilang). Uang-uang itu tak hanya dapat langsung ditukar ke Bank Indonesia tetapi juga busa melalui bank-bank lain.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani melalui Pelaksana (Kasir), Saiful Rahman mengatakan, uang rupiah rusak akan diganti yang baru oleh pihak Bank Indonesia dan bank lainnya (melalui Bank Indonesia) dengan nominal yang sama tanpa adanya potongan.

"Silahkan datang langsung ke Bank Indonesia terdekat atau melalui bank lainnya, berapa pun jumlahnya akan diterima," katanya didampingi Humas, Rizki Firdaus saat paparan Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) dalam pelatihan jurnalistik ekonomi di Sabang, Selasa (26/10/2021).

Akan tetapi, dirinya juga mengingatkan serta mengimbau masyarakat agar tidak sengaja merusak uang rupiah. Karena, sesuai undang-undang yang hal tersebut melanggar aturan dan dapat dipidana atau didenda.

"Masih ada yang kita temukan, sebenarnya kita tahu itu dirusak sengaja tetapi kita masih beri kelonggaran dengan tetap menukar uang itu dan berikan imbauan," jelasnya.

Tak hanya persoalan penukaran uang rupiah rusak, ia juga mengungkapkan tentang masih adanya peredaran uang palsu (upal/uang yang dicurigai keasliannya) di Tanah Rencong.

Bahkan, uang palsu masih ditemukan saat pihak Bank Indonesia mengumpulkan uang rusak yang nantinya akan dimusnahkan pada bulan lalu di salah satu pasar di Banda Aceh. 

"Kita ingatkan masyarakat jangan takut untuk melaporkan jika ada uang rupiah yang dicurigai keasliannya, bisa laporkan ke Bank Indonesia, bank lain atau kepolisian," kata dia.

"Menjaga uang rupiah agar tidak rusak juga sangat penting. Apalagi, proses pencetakan uang baru juga tidak mudah seperti yang dibayangkan, butuh biaya besar," tutupnya.

Rubrik:Ekonomi