Berkunjung ke Aceh Singkil, Ini Kata Anggota DPR RI Soal 9 Pulau Lirikan UEA

Berkunjung ke Aceh Singkil, Ini Kata Anggota DPR RI Soal 9 Pulau Lirikan UEA(Zulkarnain/ACEHPORTAL.com)
Kunjungan dan silaturahmi Anggota DPR-RI, Rafli Kande yang berlangsung di Opprom Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis (4/11/2021).

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Rafli Kande melakukan kunjungan ke Aceh Singkil, Aceh, Kamis (4/11/2021).

Kunjungan anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil I Aceh itu bertujuan untuk melihat kesiapan Pemkab Aceh Singkil menyambut investor Uni Emirate Arab (UEA) yang akan berinvestasi di Aceh Singkil, tepatnya di Kepulauan Banyak.

Kunjungan itu berlangsung di Opprom Kantor Bupati setempat yang dipimpin Sekda Aceh Singkil, Azmi dan turut dihadiri Unsur Forkopimda Aceh Singkil serta para Kepala SKPK dan lainnya.

Anggota DPR-RI Rafli Kande mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan itu juga sekaligus silaturahmi.

"Kita punya tugas pengawasan, kita punya tugas regulasi, kemudian kita juga punya tugas bajeting, kan begitu. Kita datang kemari, karena kita dengar ada datang investasi, berhubung Kementerian Investasi itu juga adalah mitra saya dari Komisi VI DPR-RI," sebut Rafli.

"Kita mau lihat kesiapan Pemkab Aceh Singkil seperti apa, apa-apa yang menjadi kendala-kendala. Nah, kalau memang itu ada kendala-kendala yang menyangkut dengan Pemerintah Pusat apa yang bisa kita komunikasikan kita coba bantu komunikasikan," kata Rafli.

"Juga bagaimana kesiapan Pemkab Singkil sendiri, investasi masuk kemari apalagi bicara wisata dan bagaimana kita coba juga mengusung apa yang menjadi filosofi, apa yang menjadi ruh pariwisata Singkil itu sendiri. Nah, berhubung Singkil ini terkenal dengan Negeri Hamzah Al Fansuri yaitu Shehk Hamzah Al Fansuri," sebut Rafli.

"Kita bisa jadikan Singkil ini sebagai aikon dari tokoh-tokoh Ulama yang modern, Ulama-ulama yang karismatik, Ulama-ulama Asia Tenggara, nah ini bisa kita desain juga," kata Rafli.

"Bukan hanya di Pulau Banyak saja, lintas ini nanti kita nggak nampak jadinya, bagaimana Investasi itu berdampak dan berefek benar dan kongkrit untuk Masyarakat Singkil itu sendiri," katanya lagi.

Namun saat disinggung terkait kendala, Rafli Kande mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang menjadi kendala.

"Kalau ada beberapa hal menyangkut tentang kawasan atau segala macam yang disampaikan oleh Bapak Sekda tadi, ya itu tinggal dikomunikasikan. Karena kenapa, kebijakan-kebijakan investasi ini kan bukan kebijakan di pemerintahan Pemkab saja, ini kan kebijakan harus menyediakan jalur koordinasi, misal Pemkab, Pemerintah Aceh sampai Pemerintah Pusat itu tinggal di diskusikan nanti," sebut Rafli.

Terkait soal lahan lirikan investasi UEA yang sampai saat ini belum diselesaikan kepada masyarakat ketika ditanyai, Rafli Kande mengatakan bahwa hal itu nanti tinggal duduk berdiskusi untuk diselesaikan.

Berhubung saat ini investor UEA melirik sembilan pulau di Kepulan Banyak, ketika disampaikan harapan masyarakat agar sembilan pulau tersebut bisa lepas dari kawasan Taman Wisata Alam (TWA), Rafli Kande menyampaikan saol itu nanti tinggal sampaikan disana.

"Kalau misalnya kawasan Taman Wisata Alam selama ini, itu berdampak berefek baik nggak bagi masyarakat. Jangan hanya dibuat regulasi saja, tidak berdampak berefek baik bagi masyarakat ya udah, kita evaluasi," kata Rafli.

"Mana yang nggak bisa kita evaluasi, mana yang nggak bisa kita rubah, Alquran dan hadist yang nggak bisa dirubah, yang lain bisa dirubah, yang penting masyarakatnya keren," pungkasnya.

Editor:
Rubrik:Daerah