Breaking News

Begini Kondisi Jembatan Kilangan Singkil

Begini Kondisi Jembatan Kilangan Singkil
Kondisi pembangunan Jembatan Kilangan, Aceh Singkil. (ACEHPORTAL.com/Zulkarnain)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Jembatan penghubung antar kabupaten Aceh Selatan dengan Aceh Singkil yang terletak di Gampong Kilangan, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil saat ini tersendat pekerjaannya.

Pantauan ACEHPORTAL.com, Minggu (6/6/2021), pekerjaan jembatan tersebut diantaranya abutment jembatan dari Kilangan belum selesai dikerjakan.

Begitu juga sebaliknya dengan abutment sebelah ujung yakni menuju Gampong Kayumanang, Kecamatan Kuala Baru, sama sekali belum disentuh.

Sebelumnya, terkait pembangunan Jembatan Kilangan, Pemerintah Aceh mulai membangun Jembatan Kilangan itu pada tahun 2015, 2016 dan tahun 2018, sementara pada tahun 2017 tidak dianggarkan.

Kemudian pada tahun 2019, Pemerintah Aceh merilisiasikan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sebesar Rp 42,9 miliar untuk pembangunan Jambatan Kilangan tersebut yang dikerjakan oleh PT Sumber Cipta Yoenanda. Pekerjaannya pun dimulai pada tanggal 4 Juli 2019 dan berakhir pada tanggal 20 Desember 2019 lalu.

Kemudian, Pemerintah Aceh kembali melanjutkan pembangunan jembatan Kilangan ruas jalan batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil-Telaga Bakti yang berlokasi di Aceh Singkil itu dengan anggaran sebesar Rp 14,2 miliar yang dilaksanakan oleh PT Bafadhal Prima.

Pekerjaannya dimulai pada tanggal 1 Juli 2020 dan berakhir pada tanggal 26 Desember 2020 yang dananya bersumber dari APBA-Otsus Aceh. Sementara, material seperti pasak bumi masih terpantau saat ini belum dikerjakan.

Terkait jembatan itu, masyarakat Aceh Singkil, khususnya masyarakat Kecamatan Singkil dan Kuala Baru, sangat mendambakan jembatan tersebut selesai secara bersamaan dengan peningkatan jalan batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil Telaga Bakti yang saat ini sedang dikerjakan.

Mengingat, jembatan tersebut akan dihubungkan langsung dengan jalan Batas Aceh Selatan dengan Aceh Singkil.

Masyarakat Aceh Singkil banyak yang memprediksi jika kedua infrastruktur tersebut selesai secara bersamaan, ekonomi masyarakat pasti bisa akan lebih meningkat tajam nantinya dan mereka berkeyakinan ruas jalan tersebut akan menjadi jalan antar Provinsi.

*Penyampaian Kepala Gampong Kilangan

Saat dikonfirmasi, Kepala Gampong (Keuchik) Kilangan, Kecamatan Singkil, Abdul Mukti mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan DPR Aceh yang telah peduli terhadap Aceh Singkil umumnya, khususnya Kecamatan Singkil dan Kuala Baru terkait jembatan penghubung Kecamatan Singkil dan Kuala Baru.

"Juga pengharapan kami kepada Pemerintah Aceh supaya proyek jembatan yang ada di gampong kami Desa Kilangan ini agar berlanjut seperti multiyears," harap Mukti.

Abdul Mukti juga mengatakan, setelah ia belajar dari sebelumnya, proyek itu sampai enam kontraktor yang mengerjakan.

"Bukan kita tidak percaya, percaya maksimal, tapi kita berharap untuk tahun ini, proyek jembatan itu segera dilaksanakan oleh multiyears. Jadi kontraknya hanya satu, biar cepat pelaksanaannya dan juga pengahapan kami pun dari masyarakat khusus Kilangan, Kuala Baru atau umumnya Aceh Singkil agar Jembatan ini selesai di tahun 2022," kata Mukti.

Dirinya juga berharap kepada Anggota DPR Aceh yang membidangi hal tersebut agar bisa mendukung pembangunan itu sampai tuntas.

"Kami dari masyarakat Aceh Singkil khususnya Gampong Kilangan agar supaya dapat menuntaskan proyek jembatan khususnya yang ada di gampong kami ini, karena Jembatan Kilangan ini adalah penghubung ke Desa Kayumanang Kecamatan Kuala Baru yang akan sampai ke Trumon Aceh Selatan," ujar Mukti.

Saat disinggung jika Jembatan Kilangan selesai secara bersamaan dengan peningkatan jalan batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil-Telaga Bakti, ia memprediksi ekonomi masyarakat sangat yakin naik tajam.

"Kita bisa melihat dengan akses ada Jembatan ini, kemungkinan ekonomi masyarakat Aceh Singkil bisa nanti akan lebih meningkat tajam dan hubungan antara Aceh Singkil dengan Tapaktuan Aceh Selatan yaitu pantai barat, lebih memudahkan kita lagi ketimbang ke Sumatera Utara," jelasnya.

*Penyampaian Camat Kuala Baru

Hal senada juga disampaikan Camat Kuala Baru, Juardin. Diketahui, di wilayah administrasinya saat ini dikerjakan peningkatan jalan batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil-Telaga Bakti yang akan dihubungkan dengan Jembatan Kilangan tersebut.

Ia mengukapkan, tentu salah satu akses jalan untuk kendali perhubungan pantai barat yaitu jembatan penghubung, batas Aceh Selatan Singkil Kuala Baru Singkil.

"Salah satunya adalah Jembatan Kilangan yang saat ini pekerjaannya tersendat, akibat anggarannya mungkin belum tersedia tahun ini atau mungkin belum terlaksana tendernya," kata Juardin.

Ia berkeyakinan, dengan siapnya Jembatan Kilangan tersebut sebagai penghubung antara Aceh Selatan dengan Aceh Singkil, nantinya akses pasti lebih cepat lagi.

"Dimana kita yakini, bahwasanya dari Jembatan Kilangan ke Trumon Aceh Selatan hanya enam puluh kilometer, enam puluh kilometer itu kalau tidak salah jarak tempuh hanya sekitar satu jam ke Aceh Selatan di bandingkan dengan saat ini, saat ini dari Aceh Selatan ke Aceh Singkil mencapai enam jam, dengan dibuatnya Jembatan Kilangan ini nanti ditemukannya akses jalan ke Kuala Baru, Insya Allah pantai barat ini akan lebih maju lagi," tutur Juardin.

Juardin juga mengatakan, ia yakini jalan itu nanti bukan jalan provinsi saja, kemungkinan besar menjadi jalan negara antar provinsi.

"Dari lintas barat ini bisa ke Sumatera Utara, bisa ke Sumatera Barat dan bisa ke Nias," kata Juardin.

Saat disinggung jarak antara Jembatan Kilangan dengan Kuala baru, ia mengatakan hanya delapan kilometer saja.

"Jarak Kuala Baru menuju pusat kota Singkil dan di Kuala baru juga membutuhkan satu lagi jembatan penghubung. Namun, kami sudah beraudiensi dengan pihak PUPR Aceh bahwasanya jembatan di Kuala Baru itu diselesaikan dan sudah dianggarkan," pungkasnya.

Editor:
Rubrik:Daerah, Umum