Begini Kata Keluarga Korban Terkait Peristiwa Perkelahian yang Merenggut Nyawa di Aceh Singkil

Begini Kata Keluarga Korban Terkait Peristiwa Perkelahian yang Merenggut Nyawa di Aceh Singkil
Ilustrasi

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Seorang pria lansia beberapa hari yang lalu dikabarkan meninggal dunia usai terlibat adu jotos melawan seorang pemuda tepatnya di Gampong Teluk Nibung Kepulauan Banyak, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Kamis (6/5/2021) malam.

Korban yang meninggal adalah Julman (56) dan lawannya adalah Warto (34) yang tak lain tetangga korban sendiri. Perkelahian itu berlangsung dengan tangan kosong.

Pihak keluarga korban yakni adik sepupu korban, Sudirman yang kini menjabat sebagai Kepala Gampong (Kades/Keuchik) Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak menyampaikan rasa mirisnya usai membaca pemberitaan peristiwa itu. 

"Saat kejadian semalam saya posisi di Singkil, dikabari oleh si Miswadi Keuchik Teluk Nibung pada jam delapan malam, maka jam sembilan semalam saya berangkat ke pulau dengan boat sampai di Pulau Banyak jam dua dini hari, kejadian sudah usai artinya sudah ditangani polsek," katanya saat ia menelepon ACEHPORTAL.com, Sabtu (8/5/2021).

Sudirman yang merupakan paman sepupu dari anak korban tersebut menyampaikan miris hatinya terkait dengan yang diberitakan, khususnya tentang penyebutan adanya warga yang melerai perkelahian itu. Padahal faktanya, tidak ada satu pun warga yang membantu dan melerai sementara keluarga telah meminta tolong.

Apalagi, korban adalah kakak sepupunya karena ibunya dengan ibu korban kakak beradik kandung, sementara korban juga menikah dengan kakak kandungnya Gecik Teluk Nibung, Miswadi di Teluk Nibung. 

"Nah yang dalam berita itu miris membaca, kalau saya simak keterangan dari anak kandungnya (korban) dengan kejadian malam itu, tidak ada satu pun masyarakat Teluk Nibung yang membantu. Tidak ada satupun masyarakat yang melerai, hanya pihak anak yang membawa ayah orang itu ke dalam rumah, sampai di rumah dilihat sudah tidak ada bernyawa lagi, tidak benar bahwa ada masyarakat yang merelai dan korban dengan pelaku tidak ada sangkut pautnya keluarga atau famili," kata Sudirman.

"Jadi itulah kecewanya saya dan agak sedih lagi hati saya pada Gecik Teluk Nibung, dimana keluarga-keluarganya Gecik Teluk Nibung itu sehingga tidak ada merelai. Sementara yang korban ini adalah abang iparnya, makanya saya desak saya harus pulang malam itu, cuma apalagi karena sudah ditangani Polsek kan," kata Sudirman lagi.

Ia juga menjelaskan, itu pun saat polisi membawa pelaku ke Pulau Balai (Polsek) malam itu secara sembunyi-sembunyia karena massa di Pulau Balai dengan Pulau Baguk sudah ratusan menunggu si pelaku dan diduga hendak menghakiminya.

"Tapi karena pihak polisi itu pandai, dia tidak mau ada korban lagi, dia cari solusi untuk membawa anak ini (pelaku) secara rahasia biar bisa sampai ke Polsek," tutur Sudirman.

"Jadi saya tanya anak-anak korban, sama bini (istri) korban, tidak ada satupun masyarakat yang melerai. Sementara anak korban itu sudah menjerit minta tolong kepada warga, nama anak korban ini Firanti, sudah punya anak dua, karena ulah anaknya ini tadilah sebagai cucu korban ini tadi," tambah Sudirman.

Dirinya pun menegaskan bahwa informasi terkait tidak ada yang melerai ia dapatkan dari anak korban setelah korban dikebumikan.

"Habis dikebumikan, saya pertanyakan kepada anak-anaknya korban sedetil-detilnya, jadi kecewa saya. Sedangkan Keuchik itu dipanggil oleh tetangga yang namanya Jakir dan Kepala Desa Teluk Nibung itu datang, dia hadapi sudah meninggal, sudah di rumah yaitu di rumah kakaknya si istri korban, jadi saat pelaku itu melakukan kepada korban, anak- anak korban ini sudah menjerit minta tolong kepada warga sekitar, tapi tidak ada yang datang, tidak ada yang mau mendekat. Untuk diperiksa saja pun ndak mau orang itu, setelah naik ke rumah pun tidak ada sebagai petua-petua kampung yang bisa naik ke rumah untuk menunjukkan keluarga, tidak ada," jelasnya.

"Jadi, berita itu sah-sah saja, memang kalau ada disampaikan ada yang merelai itu tidak benar serta tidak ada," jelas Sudirman.

Sementara terkait peristiwa itu, sebelumnya ACEHPORTAL.com membuat pemberitaan dengan judul "Duel Berujung Maut, Seorang Lansia Meninggal Dunia di Aceh Singkil". Berita itu dikomentari anak korban melalui akun Facebook pribadinya bernama Mila. 

Ia menyampaikan, "Saya anak korban tidak ada masyarakat yang melerai perkelahian dan masyarakat juga hanya melihat perkelahian tersebut," tulis Mila. 

Dan komentar lain muncul dari akun Facebook bernama Chindy yang menyampaikan "Ada beberapa masyarakat yang melihat tpi hanya d acuhkan tidak d tolong dan hanya melihat," tulis Chindy.

"Maaf sebelumnya tidak ada masyarakat yg melerai perkelahian Tolong dan yang mengangkat korban juga anak smp dan sma," lanjut tulis akun Chindy.