Breaking News

Bea Cukai Aceh Tingkatkan Penerimaan Negara Melalui Ekspor CPO di Kala Pandemi

Bea Cukai Aceh Tingkatkan Penerimaan Negara Melalui Ekspor CPO di Kala Pandemi(Dok. Kanwil Bea Cukai Aceh)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Optimisme Kementerian Keuangan dalam peningkatan penerimaan negara pada sektor kepabeanan dan cukai mulai menunjukkan hasilnya.

Terbukti, dari komoditas Crude Palm Oil (CPO) atau lebih kita kenal dengan minyak kelapa sawit yang dapat mengungguli ekspor Aceh pada tahun ini.

Kabid Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengungkapkan, dari target APBN 2021 sebesar Rp 215 triliun, proyeksi penerimaan bea cukai tahun ini diperkirakan bisa mencapai Rp 233,4 triliun atau naik hingga Rp 18,4 triliun dari target semula karena tersokong oleh komoditas ini.

"Pelabuhan Krueng Geukueh menjadi salah satu pelabuhan asal ekspor di Aceh yang berkontribusi besar dengan Pengusaha Dalam Pusat Logistik Berikat (PDPLB) yakni PT Karya Tanah Subur sebagai eksportir produk CPO tersebut," ujarnya, Kamis (14/10/2021).

Berdasarkan laporan pemeriksaan fisik dan pengawasan pemuatan barang oleh Bea Cukai Lhokseumawe, realisasi ekspor dari Januari 2021 sampai sekarang, PT Karya Tanah Subur berhasil mengekspor sebesar 32 ribu metric ton (MT) CPO dengan Penerimaan Bea Keluar sebesar Rp 46,4 miliar dan Penerimaan Dana Sawit sebesar Rp103,5 miliar.

Adapun ekspor oleh PT Karya Tanah Subur di bawah pengawasan Bea Cukai Lhokseumawe ini telah dilakukan sebanyak 12 kali hingga saat ini dengan tujuan negara yakni Singapura dan India. 

"Diharapkan atas ekspor CPO yang dilakukan PT Karya Tanah Subur ini dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi negara pada saat pandemi ini," tutup Isnu.

Rubrik:Ekonomi