Breaking News

Bazar Tangguh "Gulung Tikar", DPD Alamp Aksi, 2 Kali Layangkan Surat, Bupati: Ya Sah-sah Saja

Bazar Tangguh "Gulung Tikar", DPD Alamp Aksi, 2 Kali Layangkan Surat, Bupati: Ya Sah-sah Saja
Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid (Zulkarnain/ACEHPORTAL.com)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Dewan Pengurus Daerah Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (DPD-Alamp Aksi) Aceh Singkil, sebelumnya Surati Bupati Aceh Singkil dengan Nomor : 134/B/AlampAksi/IV/2021 tanggal 22 April 2021.

Namun DPD Alamp Aksi kembali Surati Bupati untuk yang kedua kalinya dengan Nomor : 135/B/AlampAksi/MTL/IV/2021 tanggal 26 April 2021.

Maksud dan tujuan surat tersebut, bahwa DPD Alamp Aksi Aceh Singkil meminta kepada Bupati Aceh Singkil, agar segera mengevaluasi Kinerja Dinas Perindakop dan UKM Aceh Singkil, dan meminta Bupati agar segera mencopot Faisal dari jabatannya sebagai Kadis, serta meminta Bupati agar serius menjalankan amanat pemerintah pusat yakni Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak Pandemi Covid-19, dalam surat tersebut mereka juga menyampaikan, apabila tuntutan diatas tidak di indahkan, maka mereka (DPD Alamp Aksi) akan turun ke jalan melakukan unjuk rasa.

Sementara kasus yang dituntut mereka, mengingat Ironisnya, bahwa Pemerintah daerah Aceh Singkil melalui Disperindagkop dan UKM Aceh Singkil "Gulung Tikar" saat menggelar Bazar Tangguh sebagai bentuk upaya PemulihanPEN yang dicanangkan oleh Pemerintahan Pusat. 

Hal itu juga disampaikan Ketua DPD Alamp Aksi Aceh Singkil, Hardinata Simamora kepada ACEHPORTAL.com mengungkapkan, kegagalan Bazar Tangguh tersebut tidak terlepas dari peran Bupati yang telah mempercayai Faisal sebagai Kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Singkil.

"Padahal, perencanaan Bazar Tangguh yang kurang matang adalah bukti bahwa Faisal tidak layak menjadi kepala dinas. Dalam hal tersebut sangat jelas, bahwa Bupati sudah salah mempercayai kepala dinasnya," ujar Hardinata.

Ia juga mengatakan, atas dasar hukum diantaranya adalah undang-undang No: 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan Peraturan Pemerintah (PP) No: 68 tahun 1999 tentang cara pelaksanaan Peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129). 

"Serta undang-undang No: 9 tahun 1998 tentang Memerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, kalau tidak di indahkan seperti yang kami sampaikan dalam surat, maka kami terpaksa melaksanakan Aksi Unjuk Rasa di jalan," ujar Hardinata, Selasa (27/4/2021)

Namun, saat disinggung kapan dilayangkan surat tersebut, Hardinata menyampaikan, terakhir untuk kedua kalinya kemarin.

"Alhamdulillah kemaren kita kembali layangkan surat kepada Bupati Aceh Singkil untuk kedua kalinya terkait hal itu," jelas Hardinata.

Ia mengatakan, Alamp Aksi meragukan keseriusan Bupati dalam memperbaiki Kabupaten yang sudah dewasa ini.

"Sebelum Bupati mengevaluasi kepala dinasnya yang tidak tau bekerja, khususnya kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Singkil. Kita ucapkan Selamat Milad Kabupaten Aceh Singkil yang ke-22 tahun," ujar Hardinata.

Saat dikonfirmasi Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid mengatakan, Ya sah-sah saja, karena LSM melihat dan memantau,

"Nah artinya melihat dalam hal itu kita tidak boleh langsung menjas, karena masalahnya itu apa, kita harus lihat dulu, bukan ujung-ujungnya kesalahan dinas, saya terus langsung di suruh berhentikan," ungkap Dulmusrid.

Ia menjelaskan, kita harus lihat dulu situasinya dan kondisi apa yang dilakukan kesalahannya. 

"Jadi kita tidak serta-merta, dan syaratnya untuk melakukan penggeseran atau pencopotan harus pakai mekanisme di pemerintahan," terang Dulmusrid.

Lanjut dia, bukan langsung tidak cocok di copot, itu nggak bisa kalau digugat di PTUN nanti kita kalah.

"Alasannya apa, ya makanya harus kita pelajari, kalau itu pun fanming disesalkan kepada kami akan tindak lanjuti nanti, kita lihat saja. Jadi kita enggak bisa hari itu kita minta ini, langsung di copot ndak bisa, tapi harus dulu mekanisme seperti apa prosesnya, itu saja," pungkas Dulmusrid.

Sementara diketahui kegiatan Bazar Tangguh tersebut dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk masyarakat dampak Pandemi Covid-19 serta sambut bulan Ramadhan juga sekaligus untuk meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Aceh Singkil yang jatuh pada tanggal 27 April 2021. 

Bazar Tangguh itu dibuka pada tanggal 10 April 2021 oleh Wakil Bupati Aceh Singkil, dan ditutup pada tanggal 26 April 2021. Namun karena sepi akibat kurangnya antusias masyarakat akhirnya Panitia Bazar Tangguh menyurati Bupati Aceh Singkil, untuk menutup Bazar Tangguh tersebut pada tanggal 15 April 2021.

Editor:
Rubrik:Daerah, Umum
Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues