Breaking News

Antisipasi Pemberlakuan PPKM Darurat

Antisipasi Pemberlakuan PPKM Darurat
Gugus Tugas Satgas COVID-19 Aceh saat mengunjungi sekaligus memantau penerapan prokes di sejumlah hotel di Banda Aceh. (Ist)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Satgas COVID-19 Aceh terus mengoptimalkan penerapan 3M atau 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi) di setiap aspek pada tempat atau lokasi yang rawan menjadi penyebaran virus COVID-19.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19, dimana yang paling utama adalah pelacakan kontak.

Demikian disampaikan Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada melalui Karo Ops, Kombes Pol Agus Sarjito, Minggu (4/7/2021) malam.

Lokasi seperti penginapan, rumah makan, kafe, gedung pertemuan serta sejenisnya diperlukan kepatuhan serta disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Ketersediaan sarana prasarana dalam prokes seperti tempat cuci tangan, dizentinfektan, alat pengukur suhu tubuh (termo gun) wajib ada di lokasi atau tempat tersebut serta aturan menjaga jarak dan lainnya," ungkap Agus.

Selama ini, kata Karo Ops, masih ditemukan adanya hal-hal yang menjadi kelalaian di beberapa tempat yang dimaksud. Namun, sebagian tempat juga ada yang benar-benar mengikuti SOP dalam prokes.

"Namun masyarakat (pengunjung) terkadang lupa dan lalai bahwa penularan dan penyebaran virus COVID-19 bisa terkonfirmasi dimana dan kapan saja," tegas salah satu Kasatgas di Satgas COVID-19 Aceh ini.

Oleh karena itu, lanjut dia, penerapan prokes (3M atau 5M) menjadi ukuran kita dalam menghindari agar tidak terpapar virus tersebut. Ia pun berpesan bahwa kesehatan di masa pandemi ini menjadi sangat mahal.

"Maka jangan lalai ataupun jangan kendor (dalam penerapan prokes), soliditas dan sinergi empat pilar TNI-Polri beserta Satpol PP dan dinkes sangatlah diperlukan dalam berkolaborasi untuk penanganan COVID-19 di Aceh," tutupnya.

Editor:
Rubrik:Kesehatan