Breaking News

14 Saksi Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi

14 Saksi Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi(Dok. Kejaksaan Agung RI)
Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung RI kembali memeriksa belasan orang saksi terkait sejumlah kasus korupsi yang ditangani seperti kasus PT AMU, LPEI, ASABRI hingga pembelian gas bumi oleh PDPDE Sumatera Selatan, Kamis (25/11/2021).

"Saksi yang diperiksa hari ini berjumlah 14 orang dari keempat kasus dugaan korupsi yang ditangani tersebut," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui siaran persnya.

Ia merincikan, dalam kasus dugaan korupsi pada pengelolaan keuangan PT Askrindo Mitra Utama (AMU) tahun anggaran 2016-2020 sebanyak empat orang saksi diperiksa tim Jaksa penyidik.

Saksi-saksi itu yakni MGA selaku Pelaksana Pemasaran PT AMU Perwakilan Bandung, NOH selaku Pelaksana Pemasaran PT AMU Perwakilan Bogor, HTS selaku Pelaksana Pemasaran PT AMU Perwakilan Karawang serta A selaku mantan Pemimpin Wilayah PT Askrindo Wilayah 1 Jakarta Cikini. 

"Mereka diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan PT AMU Tahun Anggaran 2016-2020 atas nama tersangka WW, tersangka FB dan tersangka AFS," kata Kapuspenkum.

Selanjutnya, terkait kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Tahun 2013-2019 sebanyak lima saksi periksa.

Mereka adalah A selaku Kepala Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Dirjen Bea dan Cukai yang diperiksa terkait kegiatan kepabeanan debitur LPEI, LP selaku Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Dirjen Perdagangan Luar Negeri yang diperiksa terkait informasi kegiatan ekspor debitur LPEI dan WH selaku Bagian Keuangan PT Gunung Hijau tahun 2016/Group Johan Darsono yang diperiksa terkait penerimaan fasilitas pembiayaan dari LPEI.

"Dua saksi lainnya yakni L selaku Konsultan dan SWP selaku Kepala Divisi Hukum LPEI yang diperiksa melalui zoom meeting dengan Penasehat Hukum terkait tidak memberikan keterangan asli," sambung Leo.

Sementara, empat saksi juga diperiksa tim Jaksa penyidik terkait kasus dugaan korupsi PT ASABRI pada beberapa perusahaan periode tahun 2012-2019.

Empat saksi itu yakni LS selaku Direktur Yuanta Sekuritas Indonesia, MA selaku Direktur BRI Danareksa Indonesia dan AI selaku Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang diperiksa terkait transaksi ASABRI dengan saham SIAP, BCIP dan SUGI serta JA selaku Kepala Divisi Channel Distribution PT BNI Sekuritas yang diperiksa terkait crossing saham antara RD Guru dengan PT ASABRI dan obligasi," jelasnya.

"Terakhir adalah kasus pembelian gas bumi oleh PDPDE Sumatera Selatan, dimana satu saksi yang diperiksa yakni MB selaku Istri Tersangka AYH, yang bersangkutan diperiksa terkait penerimaan dana pada rekening yang bersangkutan dan berasal dari rekening atas nama PT Palsin," tambahnya.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan dan menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang dimaksud, pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti prokes ketat," tutup Kapuspenkum. (*)

Editor:
Rubrik:Hukum