Breaking News

10 Pulau Lirikan UEA Masuk 4 Wilayah Administrasi Gampong, Begini Tanggapan Mereka

10 Pulau Lirikan UEA Masuk 4 Wilayah Administrasi Gampong, Begini Tanggapan Mereka
Tim Pelaksanaan Inventarisasi dan Verifikasi (Inver) Aceh Singkil untuk menyambut investasi Uni Emirate Arab (UEA) adakan rapat dengan Muspika Kecamatan Pulau Banyak Aceh Singkil, Aceh, Jumat (2/4/2021) kemarin. (Zulkarnain/ACEHPORTAL.com)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Tim Pelaksanaan Inventarisasi dan Verifikasi (Inver) Aceh Singkil untuk menyambut investasi Uni Emirate Arab (UEA) adakan rapat dengan Muspika Kecamatan Pulau Banyak Aceh Singkil, Aceh, Jumat (2/4/2021) kemarin.

Rapat tim awal inver terhadap penyelesaian tanah-tanah kepemilikan masyarakat kepulauan di sepuluh gugusan pulau guna investasi UEA tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Pulau Banyak, Marzuki.

Dalam kegiatan itu turut hadir perwakilan BKSDA Aceh Resort 19 Kepulauan Banyak, Muhammad Yusup, Kapolsek Pulau Banyak, Iptu Wiyatno, staf Camat, Kepala Gampong Pulau Baguk, Hardi, Kepala Gampong Pulau Balai, Sudirman, Sekretaris Desa (Sekdes) Teluk Nibung dan lainnya.

Pantauan ACEHPORTAL.com, saat rapat berlangsung tim Inver menyampaikan dalam agenda rapat tersebut untuk penyelesaian kepada pemilik tanah di sepuluh pulau yang dilirik investor UEA untuk menanamkan modal investasinya.

Namun rapat tersebut belum bisa diputuskan, karena Camat Pulau Banyak tidak berada di tempat. Agenda rapat tersebut akan dilanjutkan saat yang bersangkutan sudah berada di tempat.

Saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Camat Pulau Banyak, Murklis mengatakan bahwa dirinya sudah mau berangkat untuk mengahdiri rapat tersebut dari Singkil menuju Pulau Banyak, namun tertunda berhubung cuaca lagi ekstrem dan saat dikonfirmasi dia tetap melaksanakan perjalanan.

"Saya lagi perjalanan laut sekarang, doakan saja saya selamat dalam cuaca seperti ini," harapnya.

Namun, setelah selesai acara saat dikonfirmasi terkait acara rapat tersebut Kepala Gampung Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Hardi menyampaikan, pihaknya sangat mendukung terkait program investasi tersebut.

"Dalam hal ini kami sangat mendukung, terkait program investasi ini dan kita tetap mendukung langkah-langkah awal yang diambil oleh pemerintah yang dibebankan kepada pihak kecamatan dalam hal itu ikut serta pemerintahan desa," ujarnya.

Lanjut Hardi, terutama untuk mendata ulang pulau-pulau serta pemilik pulau tersebut, salah satunya adalah alas hak yang sangat penting. 

"Dan selanjutnya langkah kedua, kita akan ajak Camat untuk mengumpul seluruh warga yang punya tanah di pulau itu yang mempunyai surat untuk memberikan pemahaman, semoga program Investasi ini bisa berjalan dengan baik untuk Kecamatan Pulau Banyak dan juga untuk Pulau Banyak Barat," harapnya.

Namun, saat disinggung pulau dalam wilayah administrasi nya, Hardi mengatakan, ada dua pulau yaitu Pulau Palambak Besar dan Pulau Rangit Besar.

"Kalau untuk pemilik pulau tersebut mungkin ada sekitar dua puluh lima orang pemilik tanah itu," ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Gampong Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Sudirman menyampaikan pihaknya juga mendukung dengan percepatan pembangunan melalui investasi ini.

"Insya Allah mudah-mudahan tanggapan saya tentang rapat ini yang jelas kita tetap dukung karena ini merupakan percepatan pembangunan yang akan dilakukan melalui investasi ini," kata Sudirman.

Lanjutnya, tetapi juga di dalam hal ini masih ada tahapan-tahapan yang harus mereka lalui lagi. 

"Yang jelas kita harus berkoordinasi kembali ke masyarakat yang mana ada mempunyai kepemilikan tanah tersebut, belum semuanya bisa dapat kita hubungi dan harapan kita dalam waktu cepat ini kita dapat menghubungi semua dan bisa berkoordinasi dengan mereka yang memiliki tanah yang sah," harapnya.

Sudirman bermaksud, sehingga tidak ada nanti kendala lagi untuk melakukan investasi tersebut yang dilaksanakan di Pulau Banyak. 

"Intinya tentu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di sini," pinta Sudirman.

Saat disinggung, berapa pulau yang masuk ke wilayah administrasinya, Sudirman menyampaikan ada empat pulau yang masing-masing adalah Pulau Orongan, Pulau Matahari, Pulau Sikandang dan Pulau Asok. 

"Kalau untuk di wilayah saya itu kemungkinan lebih kurang sekitar seratus atau lebih yang punya tanah tersebut," ujar Sudirman.

Sementara itu, saat dikonfirmasi via telepon Kepala Gampong Teluk Nibung, Miswadi menyampaikan hal yang senada.

"Saya atas nama Pemerintah Kampung Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak, sangat bersyukur dengan terpilihnya tiga pulau di wilayah administrasi kewenangan Kampung Teluk Nibung yang menjadi tujuan investasi UEA. Yaitu Pulau Ujung Batu, Pulau Balong dan Pulau Tambarat. Saya berharap unvestasi yang akan dilakukan di Kepulauan Banyak ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," harapnya.

Namun, lanjut Miswadi, harus dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menentukan sikap serta MoU yang sudah di tawarkan oleh pihak UEA dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil.

"Saya berharap kepada Pemkab Aceh Singkil agar lebih terbuka kepada masyarakat Kepulauan Banyak agar nanti tidak menjadi kendala yang berarti saat menetukan objek-objek tertentu yang melibatkan lahan milik masyarakat itu sendiri dan yang paling penting adalah, keterlibatan masyarakat secara langsung itu yang di harapkan," tambah Miswadi.

Saat disinggung dari tiga Pulau di wilayah administrasi Miswadi menyampaikan bahwa di Pulau Balong lebih kurang sepuluh. 

"Pulau Tambarat begitu juga, tapi Pulau Ujung Batu itu lebih dari dua ratus orang yang punya lahan kebun, lain tapak rumah dalam gampong," katanya.

*Penyampaian Kepala Gampong Asantola Kecamatan Pulau Banyak Barat

Terpisah saat dikonfirmasi Kepala Gampong Asantola Kecamatan Pulau Banyak Barat, Mufliadi menyampaikan.

"Yang jelas kan kita belum ikut rapat, kalau memang ada pulau kita yang masuk dalam wilayah dilirik UEA tersebut, kalau punya kebun itu setuju, kita dari pihak desa ya jelaslah setuju, tentu bisa membantu ekonomi masyarakat nanti," imbuh Mufliadi.

Saat disinggung dengan Pulau serta kepemilikan tanah di wilayah administrasi nya, Mufliadi menyampaikan, informasi kabar burung yaitu Pulau Ragorago.

"Mungkin yang punya tanah ada sepuluhan lebih kurang," kata Mufliadi.

Mufliadi menambahkan, tadi dia sudah di telepon dari pihak Tim untuk mengajak ketemu dia.

"Cuma kan belum ketemu, dan melalui telepon tadi disampaikan ada yang perlu dimusyawarahkan jadi saya belum bisa jawab, karena saya baru ditelepon malam ini," jelas Mufliadi.

Lanjut Mufliadi setelah disampaiin nanti, kira-kira yang bisa langsung diberikan jawaban dia berikan.

"Kalau yang belum bisa kita berikan jawaban kita upayakan, selagi itu maksud bisa membangun, pokoknya itulah tujuannya kalau memang ada pulau di wilayah kerja kita masuk. Kalau itu sifatnya menguntungkan masyarakat kita apalagi nanti bisa langsung bekerja, kita siap mendukung, selagi menguntungkan kenapa enggak kita dukung," harap Mufliadi.

Mufliadi menambahkan, jadi itulah sifatnya dari pihak pemerintahan Gampong selagi menguntungkan masyarakat.

"Kita mendukung, cuma kuncinya tergantung yang punya pulau, karena yang punya pulau itu yang bisa memberikan jawaban, kalau dikasihnya pulaunya, kalau enggak dikasihnya gimana kita harus memaksakan," pungkas Mufliadi.

Editor:
Rubrik:Daerah, Umum
JMSI