Mahasiswa Sesalkan Gubernur Aceh Bagi-bagi Duit untuk Ormas dan OKP

Mustafa, Mahasiswa Fakultas Hukum universitas Teuku Umar (UTU), Aceh Barat. (Ist)

Blangpidie, Acehportal.com - Pembagian dana hibah oleh Pemerintah Aceh kepada 100 lembaga Organisasi Mahasiswa dan Ormas/OKP di Aceh, menuai beragam respon dari masyarakat.

Hal itu menyusul beredarnya Surat Keputusan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bernomor 426/1675/2020, tanggal surat 22 Desember 2020 tentang penetapan penerima dan besaran dana hibah kepada badan/lembaga/organisasi swasta dalam rangka penanganan Covid-19 di Aceh Tahun 2020.

Dalam surat keputusan tersebut jumlah angaran dana hibah yang diplotkan untuk 100 lembaga itu sebesar Rp. 9.597.000.000.

"Segala biaya yang timbul akibat dikeluarkan Keputusan Gubernur ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun anggaran 2020 melalui dokumen perusahaan Pelaksanaan Anggaran Penjabat Pengelola Keuangan Aceh (DPPA - PPKA) Badan Pengelolaan Keuangan Aceh," ungkap Mustafa, Mahasiswa Fakultas Hukum UTU Meulaboh dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1/2021).

Mustafa mengatakan, bahwasanya dengan dana yang cukup besar itu spontan menyorot perhatian publik, pegiat media sosial, masyarakat, pemuda dan mahasiswa.

"Kami menyayangkan pemerintah terkesan sangat boros dan tidak mampu mengelola keuangan daerah dan juga sepertinya mengabaikan nasib masyarakat yang kurang mampu baik di kota maupun di pelosok desa dan yang merasakan imbas lumpuhnya perekonomian selama covid-19 ini melanda," kata dia.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa Gubernur Aceh tidak mampu menjalankan amanah sebagai peminpin yang baik dan tidak mampu mensejahterakan masyarakat.

"Buktinya dalam situasi ini yang mencekam kehidupan dan sulitnya ruang gerak masyarakat dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarga, pemerintah malah menghamburkan-hamburkan uang dimana tujuan dan manfaatnya untuk masyarakat dipertanyakan," tandasnya.

Mustafa selaku mahasiswa Hukum dari Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat itu menyayangkan sikap dan kebijakan pemerintah dalam mengalokasikan dana tersebut.

“Saya menduga uang yang disalurkan atau dihibahkan oleh Gubernur Aceh kepada organisasi atau lembaga tersebut tidak ada manfaatnya untuk masyarakat, toh dimana dan kapan ada kita melihat organisasi, ormas dan okp tersebut melakukan dan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya virus Covid-19 dan pentingnya menjaga Kesehatan, palingkan cuma bagi bagi masker dan alat cuci tangan," tuturnya Mustafa.

Bahkan dia mengatakan, seharusnya pihak yang menerima dana tersebut berfikir dan mampu menyadarkan pak Nova Iriansyah selaku Gubernur Aceh bahwa cukup banyak masyarakat yang membutuhkan sentuhan atau bantuan pemerintah akibat dampak Covid-19.

"Pihak Ormas, OKP dan lembaga paguyuban mahasiswa itu saya rasa mampu mencari sumber dana dengan cara lain, sayangilah masyarakat," tutup Mustafa.

Penulis:Redaksi/Rilis
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...