Rp34,4 triliun Dana APBN 2021 Mengalir ke Aceh

Media Meeting Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Rabu (13/1/2021)
Media Meeting Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Rabu (13/1/2021)

Banda Aceh, Acehportal.com - Pada tanggal 25 November 2020, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Wakil Presiden KH. Ma’‘ruf Amin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2021 di Istana Negara, Jakarta.

Sedangkan untuk DIPA Kementerian/Lembaga dan Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 Provinsi Aceh telah diserahkan oleh Gubernur Aceh Ir. H. Nova lriansyah, M.T didampingi oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh Syafriadi pada tanggal 27 November 2020 di kantor Gubernur Aceh.

Kepala Kantor Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh Syafriadi kepada wartawan, Rabu (13/1/2021) menyebutkan, total alokasi Belanja Negara di Aceh mencapai Rp48,8 triliun yang terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp14,4 triliun dan Alokasi TKDD sebesar Rp34,4 triliun.

Menurutnya, penyampaian DIPA dan Daftar Alokasi TKDD lebih awal ini menunjukan komitmen Pemerintah untuk melakukan akselerasi pemulihan ekonomi dan transformasi ekonomi lebih cepat. Upaya ini merupakan bukti bahwa Indonesia dapat tetap produktif di masa pandemi Covid-19.

APBN Tahun 2021 menjadi sangat penting untuk mendukung kelanjutan penanganan pandemi, pemulihan ekonomi, dan transisi pembangunan nasional kembali ke jalurnya. Pemerintah akan fokus mengarahkan kebijakan fiskal dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi.

Lebih lanjut Kakanwil Aceh DJPB menyebutkan, program PEN tetap dilanjutkan melalui perlindungan sosial, dukungan sektoral K/L dan Pemda, dukungan UMKM dan dunia usaha, serta insentif perpajakan.

APBN tahun 2021, kata dia akan diprioritaskan pada sektor pendidikan, perlindungan sosial, infrastruktur dan kesehatan namun secara berangsur diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi, antara lain melalui pembangunan kawasan industry dan pengembangan food estate untuk ketahanan pangan. Kapasitas teknologi informasi dan komunikasi akan ditingkatkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Harapannya, APBN 2021 di Aceh dapat semakin dikelola dengan baik, efektif dan akuntabel. Semangat kolaboratif yang didukung oleh integritas dan optimisme, serta ketahanan endurance yang berkelanjutan, merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran.

Untuk itu dibutuhkan akselerasi pelaksanaan APBN dengan melakukan usaha-usaha percepatan realisasi belanja, yang salah satunya adalah dengan segera melaksanakan proses lelang lebih awal, serta dengan mengutamakan tenaga kerja dan bahan baku lokal.

"Hal ini dimaksudkan agar perekonomian di Aceh dapat bergerak lebih baik lagi, serta terjadi peningkatan dan pemerataan pembangunan. Dukungan seluruh pihak dalam melaksanakan kebijakan Pemerintah menjadi prasyarat mutlak dalam menentukan keberhasilan kita semua untuk meraih kesuksesan dalam pemulihan ekonomi di Aceh," terang Kepala Kantor Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh Syafriadi.

Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...