Kata Sekjen KMBSA Terkait Izin PT Magellanik

Sekjen Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA), Azhari. (Ist)

Meulaboh, Acehportal.com - Melihat fenomena pertambangan di Aceh khususnya Aceh Barat, tidak terlepas dari kepentingan segelintir orang dengan mengorbankan lingkungan dan rakyatnya.

Dalam beberapa hari ini berita tentang kerugian negara dan PAD yang kurang untuk Aceh Barat jadi sorotan ,baik Magellanic yang katanya sudah memiliki izin maupun penambang lokal ilegal.

"Permintaan dewan pada PT Magellanik untuk melaporkan penambang ilegal itu menampakkan fungsi dewan itu lemah, nalarnya sempit," kata Sekjen Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA), Azhari kepada Acehportal.com Rabu (13/1/2020).

Dikatakannya, harusnya dewan itu menginventarisir penambang ilegal untuk dibimbing agar bisa membuat koperasi rakyat atau bisa dengan BUMG daerah setempat, sehingga pengusaha lokal bisa bekerja dengan aman, lingkungan terjaga dan pengangguran berkurang.

"Bukan malah ingin memberikan sangsi hukum pada Anak sendiri, kasih kuasa buat anak orang, ini kan suatu kebodohan," ujar Azhari dengan heran.

"Saya sepakat jika izin Magelanik ini dicabut, buka tambang Rakyat, buat mekanismenya, saya pikir akan lebih berdampak bagi ekonomi rakyat, kalau sekarang berdampak pada ekonomi pejabat," harapnya.

"Saya mengindikasi ada permainan dalam hal izin Magelanik ini, apalagi beberapa waktu lalu saya pernah hubungi kadis ESDM Aceh, terkait izin PT ini, jawabannya Izin sudah ada tapi masih bermasalah, saya juga tidak tahu maksud bermasalah,tapi intinya belum bisa berjalan," beber dia.

Oleh karena itu, Pemerintah Aceh Barat diminta harus serius dalam hal pertambangan ini dan jangan memiskinkan rakyat sendiri dengan adanya PT ini itu.

"Biarkan rakyat mengelola sendiri SDA-nya dengan mekanisme yang dibuat bersama agar legal. Saya malah ada indikasi permainan dalam mendukung PT Magelanik ini, baik dari bupati maupun DPRK. Tapi kita lihat hasil audiensi DPRK ke ESDM Aceh, apa hasilnya, tapi saya harap agar melibatkan pihak independen," jelasnya.

"Karena saya ragu dengan eksekutif dengan legislatif kita, pemikirannya sempit untuk kepentingan jangka panjang," tutup Azhari.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahUmum

Komentar

Loading...