Warga Pelosok di Nagan Raya Belum Tersentuh Internet

Sejumlah mahasiswa sedang belajar secara daring di kawasan pegunungan yang jaraknya 8 kilometer dari Gampong Blang Puuk, Kecamatan Betong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Minggu (10/1/2020). (Ist)

Sukamakmue, Acehportal.com - Penduduk yang tinggal di kawasan Kecamatan Betong Ateuh Banggalang, Nagan Raya mengeluh, lantaran hingga kini belum mendapatkan jaringan internet yang maksimal.

Padahal, sebagian warga yang bermukim di kawasan tersebut memiliki pekerjaan yang mengharuskan mereka terkoneksi dengan internet.

Apalagi sekarang masyarakat di kawasan tersebut rata-rata sudah memiliki ponsel android smartphone, namun sayangnya tidak ada jaringan pendukung. Saat ini hanya ada jaringan Telkomsel 2G, itupun hanya cukup menelpon dan kirim pesan SMS.

"Padahal jaringan internet sangat penting untuk membantu desa dalam menuju era digital marketing, terutama dalam digitalisasi ekonomi, untuk mendapatkan akses internet 4G saja warga harus menuju kepergunungan yang jaraknya 8 kilometer dari pemukiman desa," kata Keuchik Blang Puuk, Hasan Dami kepada Acehportal.com Minggu (10/1/2020).

Ia menjelaskan, selama internet belum dapat diakses dirinya yang mejabat sebagai Keuchik Gampong Blang Puuk sangat merasa lelah dikarenakan pekerjaan seperti mengurus administrasi gampong terpaksa dirinya harus menuju ke Kecamatan Jeram, Nagan Raya yang jaraknya 63 kilometer dari pemukiman desa.

"Jadi kami disini sangat butuh jaringan 4G untuk mengurus administrasi pemerintahan Gampong sementara saat ini prosesnya terhambat dikarenakan tidak adanya akses internet ke desa kami, jadi proses pengurusan yang selama ini kita lakukan memakan waktu dua hari perjalanan untuk menuju ke Kecamatan Jeram," ungkapnya.

Selain itu ia juga sudah pernah mengajukan proposal kepada pemerintah terkait tidak adanya akses internet di desa mereka. Namun sampai saat ini permohonan tersebut tidak ditindaklanjuti seolah tidak tahu menahu tentang keluhan warganya tersebut.

"Lewat proposal sudah pernah kita ajukan beberapa kali ditahun kemaren dan ditahun ini tapi tidak ada respon juga, namun salah satu pihak Telkomsel mengaku di wilayah kecamatan kami belum mencukupi kuota dan itu tidak masuk akal bagi kami, karena penduduk disini lebih dari dua ribu jiwa," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan daerah Takengon, katanya, di wilayah tersebut ada empat desa disana dan penduduknya berjumlah 300 lebih dan mereka mendapatkan jaringan 3G dan 4G.

"Nah jika mereka mengatakan di wilayah kami tidak mencukupi kuota itu tidak masuk akal karena di kecamatan kami terdiri dari lima desa diantara, Desa Blang Puuk, Blang meurandeh, Pintu Angin, Kuta teungoh dan Desa Babah Suak dengan jumlah penduduk 3 ribu lebih," katanya lagi.

Dirinya memohon kepada pihak terkait agar warga desa setempat mendapatkan akses internet agar mereka tak perlu naik gunung dengan jalan yang curam.

Begitu pun dengan sejumlah mahasiswa yang saat ini sedang dalam tahap belajar secara daring (dalam jaringan/online) dan mereka sangat membutuhkan akses internet tersebut.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahUmum

Komentar

Loading...