Penipuan Bangun Rumah Duafa Mengatasnamakan Kementerian PUPR, Puluhan Masyarakat Jadi Korban

Konferensi pers di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Rabu (2/12/2020). (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Selain mengungkap kasus penipuan berkedok calo penerimaan anggota Polri, Dit Reskrimum Polda Aceh juga mengungkap kasus penipuan lainnya yakni penipuan pembangunan rumah bagi kaum dhuafa yang terjadi pada akhir tahun 2019 lalu.

Kabid Humas Polda Aceh mengatakan, kasus penipuan tersebut dilaporkan pada Oktober 2020 kemarin. Diketahui, pembangunan rumah dhuafa fiktif tersebut dilakukan untuk kawasan Pidie dan Lhokseumawe.

"Korban berinisial MN bersama belasan orang lainnya (total 20 orang) melaporkan kasus ini setelah merasa ditipu pelaku karena pembangunannya tidak pernah terealisasi," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Rabu (2/12/2020).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga orang tersangka berinisial R, M serta J. Dimana, jumlah kerugian yang dialami sekitar Rp 230 juta dengan bukti Rp 68 juta yang dapat ditunjukkan.

"Tersangka R dan kawan-kawan menjanjikan pembangunan rumah dhuafa sebanyak 20 unit gratis tanpa biaya di Aceh dengan mengatasnamakan Kementerian PUPR," katanya.

Para korban yang terperdaya pun berminat hingga para pelaku meminta sejumlah dana untuk biaya Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan. Untuk setiap satu unit rumah, para korban dimintai dana sebanyak Rp 2 juta hingga Rp 4 juta dengan nilai total Rp 230 juta.

"Uang itu pun diserahkan para korban, untuk meyakinkan korbannya para pelaku juga menunjukkan SPK serta RAB dan gambar rumah bodong, pekerjaan tidak ada uang habis digunakan pelaku untuk keperluan pribadi. Oleh karena itu puluhan korban yang ditipu melapor ke polisi," ungkapnya.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Sony Sanjaya mengungkapkan, salah satu tersangka yang berinisial J merupakan tahanan di Lapas Kajhu, Aceh Besar. Dimana, ia menjalani hukuman karena kasus penipuan dan korupsi.

"Tersangka J merupakan pecatan ASN karena kasus penipuan dan korupsi, kini menjalani hukuman di Lapas Kajhu, korbannya banyak karena bukan ini yang pertama," jelas Direktur.

Dirinya pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pembangunan rumah yang tidak jelas. Kepolisian yakin, kasus serupa juga banyak terjadi di wilayah Aceh lainnya.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa sejumlah dokumen yang terdiri dari SPK, RAB serta gambar rumah bodong yang digunakan pelaku untuk meyakinkan korbannya.

"Para pelaku juga dijerat Pasal 372 dan 378 tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara," tambah Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Sony Sanjaya.

Selain Kabid Humas dan Dir Reskrimum, juga turut hadir Wadir Reskrimum, AKBP Wahyu Kuncoro serta Kasubdit Jatanras, Kompol Apriadi dalam kegiatan konferensi pers tersebut.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...