Belasan Kilogram Narkotika Dimusnahkan di Banda Aceh

Banda Aceh, Acehportal.com - Belasan kilogram narkotika jenis sabu, ekstasi dan ganja yang berasal dari pengungkapan kasus oleh Bidang Pemberantasan BNNP Aceh bersama Polda Aceh beberapa waktu lalu dimusnahkan di Kantor BNNP Aceh, Banda Aceh, Jumat (27/11/2020).

Narkotika yang hendak dimusnahkan terdiri dari 8,3 kilogram lebih sabu, 3,5 kilogram lebih ekstasi serta 2,7 kilogram lebih ganja kering. Seluruh jenis narkotika itu juga sebelumnya telah diuji di laboratorium yang menunjukkan bahwa memang merupakan narkotika asli.

Kepala BNNP Aceh, Heru Pranoto mengungkapkan, modus operandi yang dilakukan para pelaku dalam melakukan aksi kejahatannya selalu berubah-ubah.

"Itu dilakukan untuk mengelabui atau mengecoh para petugas agar terhindar dari pengejaran dan penangkapan petugas di lapangan," ujar Jenderal Bintang Satu tersebut dalam kegiatan pemusnahan yang dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB ini.

Heru menjelaskan, pemusnahan barang bukti narkotika ini merupakan sebagai wujud transparansi dan pertanggungjawaban BNN kepada publik dan sesuai dengan amanat Pasal 91 Ayat (2), Ayat (3), Ayat (4), Ayat (5) dan Pasal 92 Ayat (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Barang sitaan narkotika dan prekursor narkotika yang berada dalam penyimpanan dan pengamanan penyidik yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan. Total barang bukti yang dimusnahkan hari ini 8,2 kilogram sabu, 3,4 kilogram ekstasi dan 2,6 kilogram ganja, sebagian telah diambil untuk uji lab," jelasnya.

Dari pemusnahan tersebut, menurutnya, sebanyak 45 ribu lebih jiwa dapat diselamatkan. Sementara jika diasumsikan nilai materil dari barang-barang haram tersebut mencapai hingga belasan miliar rupiah.

Pemusnahan dilakukan dengan membakar serta menghancurkan narkotika yang kemudian dibuang ke saluran pembuangan. Pemusnahan juga disaksikan langsung oleh sejumlah tersangka yang ditangkap saat pengungkapan kasus tersebut.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Diri Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari, Kabid Berantas BNNP Aceh, T Saladin, pihak BPOM Banda Aceh, Dinas Kesehatan, Kejaksaan serta lainnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...