Kejari Banda Aceh Musnahkan Barang Bukti, Termasuk Senpi Rakitan

Banda Aceh, Acehportal.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh memusnahkan barang bukti sitaan dari sejumlah perkara dalam kurun waktu Januari hingga September 2020. Pemusnahan dilakukan di Kantor Kejari Banda Aceh, Selasa (24/11/2020).

Atas putusan sebagaimana dimaksud telah berkekuatan hukum tetap (Inkrah), sebanyak 234 perkara khusus terhadap barang bukti sitaannya yang ditetapkan, dirampas untuk dimusnahkan sesuai dengan ketentuan Pasal 270 KUHAP.

Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan Kejari Banda Aceh, Ferdiansyah mengatakan, selama kurun waktu bulan Januari hingga September 2020 yang mana sebagiannya dalam tahun 2019, Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, Mahkamah Syariah serta Kejaksaan Negeri Banda Aceh dan Mahkamah Agung RI telah memutus perkara tindak pidana umum dan tindak pidana khusus limpahan perkara dari Kejari Banda Aceh.

“Barang Bukti itu ditetapkan untuk dimusnahkan sesuai dengan ketentuan pasal 270 KUHAP diantaranya 241,67 gram sabu, 2.693,88 gram ganja dan tiga butir pil ekstasi serta peralatan penggunaan narkotika sebanyak 72 pcs,” sebut Ferdiansyah.

Selain itu, juga ada barang bukti gula 50 karung, kartin bekas kilogram, timbangan digital 13 unit, kalburator 61 pcs, perangkat power amplifier radio siaran Fin satu unit dan berbagai alat elektronik lainnya.

"Kami juga menyita satu pucuk senjata api laras pendek rakitan beserta enam butir peluru kaliber 9 mm dan juga senjata tajam lainnya disamping barang-barang tidak dilengkapi dengan cukai atau ilegal," tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto menuturkan, ini merupakan bagian dari sistem penegakan hukum. Pihaknya pun mengapresiasi kegiatan tersebut.

Kapolresta juga berharap, sinergitas antara Kepolisian, Kejaksaan maupun Pengadilan semakin meningkat selaras dengan Kamtibmas yang kondusif di Banda Aceh.

“Sinergitas antar aparat penegak hukum dan dukungan dari semua elemen masyarakat tentu sangat membantu dalam rangka menciptakan Kamtibmas yang kondusif khususnya terkait dengan penanganan kejahatan atau tindak pidana lainnya," ujar Trisno.

Pemusnahan barang bukti dilakukan berbagai cara, baik dengan cara dibakar, dipotong maupun dihancurkan dengan air dan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Barang Bukti.

“Saya menugaskan personel dari Sarpras Polresta Banda Aceh untuk membantu petugas Kejaksaan Negeri Banda Aceh memusnahkan enam butir amunisi kaliber 9 mm agar dikeluarkan mesiu dari dalam selongsong peluru," tambah Trisno.

Penulis:Redaksi/Rilis
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...