Pelaku Pembacokan Sopir di Lambaro Akhirnya Menyerahkan Diri, Ini Motif Perbuatannya

Banda Aceh, Acehportal.com - Personel Polresta Banda Aceh yang terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pembacokan yang terjadi di Lambaro, Kamis (12/11/2020) malam, akhirnya menyerahan diri ke pihak kepolisian. Pelaku menyerahkan diri setelah ditetapkan sebagai DPO.

AM (40) warga Montasik, Aceh Besar yang telah melakukan penganiayaan berat terhadap KD (41) warga Blang Bintang, Aceh Besar yang mengakibatkan KD meninggal dunia, akhirnya AM menyerahkan diri Rabu (18/11/2020) malam setelah adanya penggalangan antara Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kapolsek Ingin Jaya dan personel lainnya dengan perangkat gampong dalam wilayah Kecamatan Ingin Jaya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto dalam konferensi pers mengatakan, AM telah melakukan penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

"AM melakukan penganiayaan berat terhadap KD di depan BRI Capem Lambaro, Kamis lalu dengan sebilah parang hingga melukai tubuh KD pada bagian tangan sebelah kiri, luka di telapak tangan kanan, luka di kaki sebelah kiri, luka di perut sebelah kanan dan luka di bahu sebelah kiri" tutur Kapolresta didampingi Kasat Reskrim, AKP Ryan Citra Yudha bersama Kasubbag Humas, Iptu Hardi dan Kapolsek Ingin Jaya, Ipda Ibrahim.

Motif dari kejadian tersebut, korban KD diketahui menjalin hubungan dengan isteri AM yang berinisial ST. Dari hasil hubungan terlarang itulah, kecurigaan tersangka AM semakin memuncak setelah didapati ST sedang bersama KD di lokasi kejadian.

"Saat bertemu dengan korban KD, tersangka AM dengan membawa sebilah parang langsung mengayunkan parangnya ke kaca mobil pikap milik korban, sehingga korban keluar dari mobil dan melarikan diri, namun tersangka AM terus mengejar korban sehingga terjatuh di TKP," sebut Kapolresta.

Trisno juga mengatakan, saat korban terjatuh, disitulah tersangka AM membacok tubuh korban berkali-kali hingga pendarahan hebat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Meuraxa oleh personel Polsek Ingin Jaya untuk dilakukan tindakan medis oleh dokter.

"Karena pendarahan yang sangat serius, korban dirujuk ke RSUZA dan korban meninggal dunia Jumat, (13/11/2020)," tambah Kapolresta lagi.

Pasca kejadian tersebut, tersangka AM melarikan diri ke perbukitan Ampe Awee, Blang Bintang, Aceh Besar untuk melakukan persembunyian. Sehingga, Sat Reskrim Polresta Banda Aceh mengeluarkan status DPO untuk tersangka AM.

"Dengan itikat baik yang diimbau oleh personel Polresta Banda Aceh, tersangka akhirnya menghubungi perangkat gampong untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian," ungkapnya.

Perangkat gampong tempat tinggal tersangka AM lalu menghubungi Kasat Reskrim untuk mendampingi tersangka AM dalam rangka penyerahan tersangka kepada polisi pada Kamis (18/11/2020) malam di jalan Banda Aceh-Medan sekira pada pukul 20.00 WIB.

"Ucapan terima kasih kepada perangkat gampong yang telah memfasilitasi penyerahan tersangka kepada kami pihak kepolisian dan ini akan kami tindaklanjuti sesuai pasal yang telah ditetapkan," ucap Kombes Pol Trisno Riyanto.

Dalam kasus ini, barang bukti yang diamankan diantaranya adalah sebilah parang dengan panjang lebih kurang 80 sentimeter dan helm warna hitam yang disembunyikan di belakang gubuk bangunan Gampong Kayee Lee.

Kemudian, baju kaos lengan panjang warna biru dan celana jeans yang dipakai saat melakukan perbuatan tersebut, satu unit motor jenis Yamaha Mio dan satu unit mobil pikap jenis Isuzu Panther warna hitam milik korban.

"Tersangka AM dijerat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 Ayat 2 KUHP Jo Pasal 353 KUHP Ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara," tambah Kapolresta.

Penulis:Redaks
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...