Ormas Islam, LSM dan Mahasiswa di Tiga Kabupaten Akan Turun Gelar Aksi Boikot Produk Prancis

Ormas Islam, mahasiswa dan LSM di tiga kabupaten akan maksanakan aksi boikot produk Prancis pada Jumat (6/11/2020) mendatang. (Ist)

Meulaboh, Acehportal.com - Ribuan umat muslim dari berbagai kalangan di kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya dan Aceh Jaya, berencana melakukan aksi boikot produk Prancis di Meulaboh. Aksi tersebut direncanakan digelar pada Jumat (6/11/2020) besok.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan mengutuk pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron karena dinilai telah menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.

“Bersama perwakilan Ormas Islam, LSM dan mahasiswa dari Aceh Barat, Aceh Jaya dan Nagan Raya akan turun melakukan aksi boikot produk Prancis. Hal ini telah kita sepakati dalam duduk bersama,” kata Ketua Forum Masyarakat Aceh Barat (FORMAS), Rasyidin, Rabu (4/11/2020).

Ia menyampaikan, lebih dari 22 perwakilan organisasi yang ikut bersepakat menggabungkan diri dalam Gerakan Umat Pembela Rasulullah SAW. Kemudian juga melibatkan masyarakat dari 322 gampong di Aceh Barat yang dikonfirmasi melalui kepala desa (Keuchik) masing-masing.

Menurutnya, pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, merupakan penghinaan kepada umat muslim di dunia karena itu ia mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut dalam aksi ini.

“Salah satu poin tuntutan kami nanti adalah, mendesak Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota dan Indonesia untuk memboikot produk Prancis,” tegasnya.

Aksi massa ini direncanakan start di depan Gerbang Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh setelah shalat Jumat, kemudian menuju kantor bupati dan ke DPRK melakukan aksi penyampaian pendapat.

Sebagaimana diketahui, lanjutnya, pernyataan Presiden Prancis terkait Islam dan Nabi Muhammad belum lama ini berbuntut panjang. Beberapa pernyataan Macron yang mengundang amarah umat muslim ketika dia mendukung penerbitan film kartun Nabi Muhammad SAW.

Bahkan, ia menuding Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia, peristiwa tewasnya seorang guru sejarah yang mendukung film kartun Nabi, kemudian terbunuh oleh remaja imigran dikaitkan dengan Islam pada 16 Oktober 2020.

“Buntut dari peristiwa ini memunculkan pernyataan kontroversi Macron, sehingga banyak negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam melancarkan aksi boikot produk Prancis dan mulai menarik dan menyegel dari toko-toko,” tutupnya.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...