Banda Aceh Miliki Aplikasi Covid-19

Nihil Penambahan Positif Covid-19, Wali Kota: Alhamdulillah

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com – Minggu, 1 November 2020, di Banda Aceh kembali nihil (tidak terjadi) penambahan kasus positif virus corona atau Covid-19.

“Alhamdulillah hari minggu ini nihil penambahan Covid-19. Hal ini juga terjadi pada hari minggu yang lalu (25/10). Semoga hari-hari berikutnya diikuti hal baik seperti hari ini,” ujar Aminullah, Minggu 1 November 2020.

Hingga hari ini setiap harinya Tim Siaga Covid-19 Banda Aceh gencar melakukan razia masker di berbagai lokasi publik. Razia juga dilakukan dengan menekankan masyarakat untuk tidak berkerumun, serta memastikan tempat-tempat berjualan sudah menjalankan aturan protokol kesehatan (prokes) dengan benar, katanya.

Di samping itu, Aminullah menyebutkan, persentase angka kesembuhan Covid-19 di Banda Aceh juga terus menunjukkan peningkatan, yaitu 85 persen.

“Hari ini penambahan kasus positif dan yang meninggal nol, sembuh ada 13 orang,” kata Aminullah.
Dalam upaya penanganan Covid-19, Wali Kota Aminullah terus mengajak warga untuk disiplin menjalankan protokol 4M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Semua harus tetap waspada. Jangan cepat berpuas diri, karena pandemi masih berlangsung. Kepada warga, kami mohon dukungannya dengan terus disiplin menjalankan prokes dan perbanyak aktivitas di dalam rumah bersama keluarga,” kata Aminullah.

Informasi dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, hingga Minggu 1 November 2020 per pukul 12.00 WIB, secara akumulasi terkonfirmasi positif ada sebanyak 1988 kasus dan tidak ada penambahan untuk hari ini, kesembuhan 1689 kasus (85.0%), 13 orang sembuh hari ini, dan meninggal masih pada angka 68 jiwa (3.4%).

Banda Aceh Miliki Aplikasi Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Lukman SKM M.Kes mengatakan, dalam rangka menurunkan kasus Covid19 di Kota Banda Aceh dan penerapan 3T (Tracing, Testing, Treatment) dibutuhkan suatu aplikasi sebagai alat untuk mempercepat tindak lanjut bila ada kasus Covid-19 yang dilaporkan.

“Dengan adanya Aplikasi Covid19 Kota Banda Aceh ini diharapkan, Pengendalian dan Pencegahan penularan Covid-19 dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat sehingga pandemi Covid-19 di Kota Banda Aceh dapat terkendali,” jelas Lukman.

Seperti diketahui selama ini, disamping peran tenaga kesehatan lainnya seperti kepala puskesmas, tenaga medis dan paramedis puskesmas dan tim gugus tugas Dinkes, peran tenaga surveilance sangat menentukan dalam penanganan Covid-19. Lukman mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas upaya kerja keras tim selama ini.

Selain itu, Lukman juga berharap agar masyarakat selalu menerapkan prokes dalam kegiatan sehati-hari.

“Kepada masyarakat kita berharap jaga prokes, melapor kepetugas kesehatan terdekat bila ada gejala atau kontak erat dengan yang positif Covid-19. Melakasnakan segala tata laksana yang diharuskan oleh petugas kesehatan, sayangi diri anda dan keluarga, Insyallah Covid bisa teratasi,”harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banda Aceh Desvita SKM M Kes menerangkan, aplikasi ini sangat dibutuhkan dalam pengawasan dan penerapan 3T dan sangat membantu para petugas di lapangan nantinya.

“Melalui Aplikasi Covid19 Kota Banda Aceh ini akan mempermudah pencatatan dan pelaporan, sehingga petugas surveilance nantinya akan mudah untuk melakukan pelacakan dan penelusuran penyelidikan epidemiologi sehingga dapat dilakukan tindak lanjut seperti pemantauan isolasi mandiri di rumah dan pelaksanaan desinfeksi di tempat tinggal ataupun tempat kerja pasien yang terkonfirmasi positif,”tutup Desvita. (ADV)

Komentar

Loading...