Kemenkes: Jumlah Tes Covid Turun karena Tren Kasus Membaik

Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)

Jakarta, Acehportal.com - Kementerian Kesehatan mengklaim jumlah testing covid-19 turun selama libur panjang akhir Oktober kemarin lantaran tren kasus mulai membaik.

Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Budi Hidayat mengatakan penurunan jumlah testing harian juga disebabkan sampel spesimen yang dikirim dari daerah sedikit.

"Memang sampelnya (spesimen) juga menurun, angkanya ikut turun, kayaknya memang trennya sudah mulai bagus. Jadi semuanya berkaitan, kalau suspek turun, spesimen juga turun, pemeriksaan menurun, otomatis juga kasus turun," ujar Budi pada CNNIndonesia.com, Senin (2/11).

Budi menegaskan bahwa lab tetap berfungsi dan siaga selama periode libur panjang dan cuti bersama. Ia memastikan penurunan jumlah testing bukan karena lab yang tutup.

"Selama libur panjang sih dia labnya tetep buka, tetap ada. Kalau lab itu semua tetap siaga, cuma memang sampelnya berkurang dan dari DKI juga kasusnya ikut turun," katanya.

Jumlah testing covid-19 turun selama periode libur panjang dan cuti bersama pada 28 Oktober-1 November lalu. Jumlah pemeriksaan orang dan spesimen harian ini pun berdampak pada penemuan jumlah kasus positif.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, pada 28 Oktober jumlah yang di testing sebanyak 27.344 orang, dan pemeriksaan spesimen pada hari ini masih tergolong tinggi yaitu 40.572.

Namun angka itu terus menurun setelahnya, pada 29 Oktober, jumlah orang yang di tes 25.393, dan pemeriksaan spesimen 34.317.

Selanjutnya, pada 30 Oktober jumlah orang yang testing kembali menurun hingga 23.278, dan jumlah testing spesimen sebanyak 24.854. Pada 31 Oktober, jumlah orang yang dites kembali meningkat sebanyak 27.459, dan pemeriksaan spesimen juga meningkat menjadi 29.001.

Namun angka itu kembali merosot pada 1 November, jumlah orang yang testing hanya 17.971, dan jumlah testing spesimen 23.208.

Sejalan dengan penurunan testing harian, angka positif harian juga ikut menurun.

Berdasarkan laman https://covid19.go.id/peta-sebaran, grafik positif covid-19 pada 28 Oktober, penambahan kasus positif berada di angka 4.029, kemudian turun 3.565 pada 29 Oktober, 2.897 pada 30 Oktober, 3.143 pada 31 Oktober, dan terus menurun hingga hanya ditemukan 2.696 kasus pada 1 November.

Padahal, seminggu sebelum libur panjang dan cuti bersama, penambahan angka positif berada di kisaran 4.000-an dalam sehari, jumlah testing spesimen berada pada angka 40.000-an, dengan jumlah orang yang di tes berkisar pada 29.000-30.000 dalam sehari.

Contohnya, pada 21 Oktober, jumlah orang yang di tes berada di angka 30.579, kemudian pemeriksaan spesimen sebanyak 43.586. Angka ini naik pada 22 Oktober, pemeriksaan orang sebanyak 33.412, dan spesimen diperiksa 43.928.

Kemudian pada 23 Oktober ada penurunan jumlah orang diperiksa dari hari sebelumnya menjadi 32.680, dan jumlah pemeriksaan spesimen juga ikut menurun sedikit menjadi 42.287.

Selanjutnya pada 24 Oktober juga ada penurunan testing, orang yang diperiksa sebanyak 31.465, dan spesimen diperiksa 39.922. Pada 25 Oktober jumlah orang diperiksa sebanyak 18.992 dan spesimen diperiksa 33.797.

Pada 26 Oktober, jumlah orang yang dites kembali meningkat sebanyak 19.038, dan spesimen diperiksa 24.413. Sementara pada 27 Oktober jumlah orang diperiksa menjadi 28.700, dan pemeriksaan spesimen 37.438.

Dalam periode ini, jumlah kasus positif yang ditemukan berkisar di angka 4.000-an kasus dalam sehari. Meski sempat beberapa kali pengetesan turun, namun penemuan angka positif tetap tergolong tinggi.

Rinciannya, 4.267 kasus pada 21 Oktober, 4.432 pada 22 Oktober, 4.369 pada 23 Oktober, 4.070 pada 24 Oktober, 3.732 pada 25 Oktober, 3.222 pada 26 Oktober, dan 3.520 pada 27 Oktober.

Hingga data Satgas 1 November, jumlah kasus positif 412.784 kasus, di antaranya sembuh sebanyak 341.942, meninggal 13.943, dan 56.889 di antaranya masih kasus aktif yang membutuhkan perawatan.

Komentar

Loading...