Usai Audiensi, Kapolres Agara bersama Tokoh Agama Besuk Ustad yang Diserang Saat Ceramah

Kutacane, Acehportal.com - Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Wanito Eko Sulistyo bersama Dandim 0108/Agara, Letkol Czi Noor Arif Husaini melakukan audiensi dengan tokoh agama serta tokoh pemuda Islam Aceh Tenggara di Lobby Utama Polres Aceh Tenggara, Sabtu (31/10/2020) pagi.

Dimana, audiensi ini dilakukan dalam rangka menyikapi peristiwa penyerangan seorang ustad saat menyampaikan ceramah maulid kemarin di Gampong Mbelang Kandang, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara.

Dalam pertemuan itu, dibahas tentang hal-hal yang dimungkinkan menjadi penyebab peristiwa penyerangan kemarin, seperti misalnya permasalahan narkoba dan sejenisnya yang selama ini sangat meresahkan.

Para tokoh yang hadir pun mengusulkan agar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Tenggara dapat dibentuk. Pasalnya, persoalan narkoba di Acara dinilai belum terberantas secara maksimal.

Kondisi Lapas Klas II B Aceh Tenggara yang melebihi kapasitas dinilai juga berpengaruh terhadap fungsi pembinaan para warga binaan (napi) terkait kasus narkoba, sehingga belum berjalan optimal.

Selain itu, MPU Aceh Tenggara dinilai juga harus ikut bertanggung jawab secara kelembagaan dalam pembinaan akidah dan akhlak masyarakat Aceh Tenggara. Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba perlu dilakukan oleh unsur terkait.

Pihak Kemenag yang juga hadir menyampaikan, tenaga honorer di Kemenag juga ada yang bertugas untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Bahkan, hasil survei di Mahkamah Syariah, mayoritas perempuan yang mengajukan cerai karena banyaknya suami pecandu narkoba.

Artinya, penanganan kasus narkoba di Aceh Tenggara tak hanya dilakukan melalui pendekatan serta penegakkan hukum oleh Polres Aceh Tenggara, tetapi juga harus ditangani secara bersama-sama dengan melibatkan pihak pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Usai melakukan audiensi, rombongan ini kemudian membesuk korban penyerangan saat ceramah maulid kemarin yakni Ustad M Zaid Maulana yang kini masih dirawat di Rumah Sakit Nurul Hasanah, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara.

Dalam kunjungan itu, Kapolres Agara juga menyampaikan salam serta amanah dari Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada berupa dukungan moril dan motivasi kepada korban agar tetap semangat dalam menjalankan syiar agama dan perbaikan akhlak umat.

Perkembangan Kasus Penyerangan Ustad

Saat dikonfirmasi, Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Wanito Eko Sulistyo mengaku, hingga kini pihaknya masih menangani kasus itu. Tersangka MA (37) pun masih ditahan di Mapolres, meski proses pemeriksaan terhambat karena pelaku belum kooperatif.

"Untuk motifnya masih belum kita dapat karena pelaku yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka masih belum kooperatif, tetapi kasus ini masih tetap kita tindaklanjuti hingga tuntas," ujarnya melalui telepon seluler.

Saat ditanya apakah MA yang merupakan pecatan anggota Polri itu terlibat dengan narkoba, Kapolres mengatakan, saat pertama kali ditangkap dan dites urine terhadap pelaku, hasilnya menunjukkan negatif dari zat-zat adiktif atau sejenisnya.

"Tes urine negatif, tetapi berdasarkan pengakuan beberapa saksi warga sekitar yang mengenalnya saat pemeriksaan, dia itu sering mabuk tuak, tetapi untuk motifnya masih terus kita dalami," ungkap Kapolres.

Sementara, saat ditanya kondisi korban penyerangan, Kapolres mengaku bahwa yang bersangkutan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya berangsur membaik.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...