Tanggapan MPU Aceh Terkait Penyerangan Ustad di Aceh Tenggara

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgl Faisal Ali. (Suara.com)

Banda Aceh, Acehportal.com - Penyerangan terhadap seorang ustad saat sedang menyampaikan ceramah maulid terjadi di sebuah masjid Gampong Kandang Mbelang Mandiri, Kecamatan Lawe  Bulan, Aceh Tenggara, Kamis (29/10/2020) malam.

Ustad berinisial MZM itu kini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka sayat yang dideritanya. Sementara pelaku yakni MA (37), masih diamankan dan diperiksa di Mapolres Aceh Tenggara.

Peristiwa ini pun mengundang kecaman dari berbagai pihak, khususnya masyarakat. Selain itu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh juga angkat bicara memberikan tanggapannya.

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgl Faisal Ali mengatakan, kasus yang menimpa seorang ustad di Aceh Tenggara harus menjadi pembelajaran bagi kita semuanya, bagi penceramah dan bagi masyarakat.

Menurutnya, penceramah harus betul-betul mempersiapkan diri dalam konteks keamanan. Hal itu karena, belum tentu orang-orang tidak senang karena dakwah akan tetapi ada faktor lain seperti orang mabuk dan sebagainya.

"Kita penceramah harus siap, safety keamanannya dan juga bagi kita masyarakat agar mempersiapkan sisi keamanan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, kita berharap komponen masyarakat yang melaksanakan tabligh akbar, dakwah dan lainnya agar mempersiapkan keamanan demi kenyamanan dan ketenteraman bersama," ungkapnya Jumat (30/10/2020).

Terkait peristiwa itu, pihaknya pun mengecam atas apa yang telah terjadi di Aceh Tenggara. MPU Aceh juga berharap agar aparat keamanan dapat mengungkap tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.

"Kenapa, kadang-kadang ada skenario daripada si yang melakukan ini, tidak serta merta karena mabuk atau narkoba, kadang-kadang ada orang lain yang mensutradarai dia, perlu diungkap transparan kepada masyarakat dan kita optimistis aparat kita akan mampu," jelasnya.

Tgk Faisal Ali juga berpesan kepada masyarakat agar tidak perlu suudzon terhadap siapa pun dalam rangka melakukan dakwah-dakwah, tapi dalam kehati-hatian saja.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...