Dit Reskrimum Polda Aceh Ungkap Penyelundupan Imigran Gelap Rohingya

Banda Aceh, Acehportal.com - Dit Reskrimum Polda Aceh mengungkap kasus penyelundupan orang (manusia) yang melibatkan imigran gelap asal Rohingya.

Hal ini diketahui dari konferensi pers yang digelar di Aula Dit Reskrimum Polda Aceh, Banda Aceh, Selasa (27/10/2020).

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono mengungkapkan, kasus ini telah lama diselidiki pihak kepolisian hingga akhirnya dapat terungkap sekarang.

Berawal sejak Juni 2020 lalu, sebuah kapal bermuatan 99 warga Rohingya, baik laki-laki maupun perempuan, mengalami kerusakan di tengah laut hingga akhirnya diselamatkan nelayan yang sedang mencari ikan.

Kapal itu pun akhirnya bersandar di pesisir kawasan Kecamatan Seuneudon, Aceh Utara. Para penumpang kapal yang merupakan warga Rohingya ini kemudian ditolong masyarakat.

"Empat orang penyelundup ditangkap, sementara dua orang lainnya masih diburu," ujar Kabid Humas didampingi Dir Reskrimum, Kombes Pol Sony Sanjaya.

Penyelundupan warga Rohingya ini diduga dilakukan atas perintah AR yang merupakan warga Rohingya di Medan, Sumatera Utara. Ia diketahui telah masuk ke Indonesia sejak beberapa tahun silam, tepatnya pada 2011.

Diduga, AR mengajak warga Rohingya lainnya yakni S yang juga telah masuk ke Indonesia pada 2011 untuk mencari kapal guna menjemput 99 imigran gelap yang terdampar.

Keduanya pun berkomunikasi dengan seorang lainnya yakni F, warga Lhokseumawe untuk mencari kapal guna penjemputan imigran gelap Rohingya.

Pada kesepakatan awal, diketahui imigran gelap Rohingya yang akan dijemput berjumlah 36 orang. Para pelaku yakni AR, S dan F pun membuat kesepakatan dengan mengeluarkan surat perjanjian sewa kapal.

F juga mengajak rekannya yakni AS dan R untuk menjemput warga Rohingya tersebut dari kapal yang telah menunggu di laut. Dalam penjemputan, mereka pun menggunakan kata sandi khusus.

"Koordinat penjemputan sudah diberikan AR sehingga yang menjemput sudah mengetahui lokasinya, saat penjemputan mereka menggunakan sandi khusus, setelah itu barulah turun 99 warga Rohingya dari kapal besar ke kapal penjemputan," ungkap Sony.

Kapal penjemputan inilah yang rusak di tengah laut (sempat diberitakan media massa) hingga ditolong oleh para nelayan yang melaut dan bersandar di pesisir Kecamatan Seuneudon, Aceh Utara.

Penyelidikan yang dilakukan polisi pun membuahkan hasil hingga mengamankan empat pelaku penyelundupan manusia yakni SD, AS, R serta F. Dua pelaku lain masih diburu yakni AR dan AJ.

"AR sudah memberikan uang sewa kapal sebesar Rp 10 juta, untuk jumlah upah dan lain sebagainya masih dalam penyelidikan. Jadi terdamparnya warga Rohingya ini bukan hanya soal kemanusiaan tetapi ada upaya penyelundupan imigran gelap ke Indonesia," jelasnya.

Selain mengungkap kasus penyelundupan manusia ini, Polda Aceh dan jajaran juga menangkap pelaku penjemputan tiga warga Rohingya dari BLK Lhokseumawe. Mereka yang dijemput hendak diselundupkan ke Medan, Sumatera Utara.

"Ada dua yang kita tangkap yakni P dan S, S memerintahkan P untuk menjemput warga Rohingya di BLK Lhokseumawe namun ketahuan petugas," tambah Dir Reskrimum.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...