Budidaya Ikan Air Tawar Jadi Solusi Sumber Ekonomi Baru Bagi Warga Kabupaten Aceh Barat

Meulaboh,Acehportal.com- Ditengah mewabahnya virus korona atau covid 19, warga di kabupaten Aceh Barat banyak memilih membudidaya ikan air tawar meski pasar penjualan masih belum maksimal.

Walaupun demikian bagi para petambak seperti warga Desa Pasie Pinang, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat tetap memilih menjadi petambak ikan air tawar hal itu dilakukan sebagai solusi kemerosotan ekonomi ditengah masa pandemi saat ini.

Sementara ikan yang ikut dibudidayakan meliputi ikan bawal, Nila, Gabus, Patin dan ikan Gurami, namun proses pertambakan yang dibuat masyarakat masih secara manual, meski demikian ikan yang dipanenkan berhasil dengan baik bahkan sekali panen mencapai 1 ton dalam jumlah ikan 5 ribu ekor.

Dalam proses panen para petambak masih menggunakan cara manual, mereka membentangkan jaring di dalam kolam dan menariknya ke pinggir hingga ikan masuk ke dalam jaring.

Setelah itu barulah dimasukkan ke dalam bak penampung yang sudah disiapkan di pinggiran kolam ikan, kemudian ikan yang sudah terkumpul baru dilakukan seleksi untuk dipasarkan ke sejumlah pasar lokal dengan harga yang cukup terjangkau mulai dari 30 ribu hingga 60 ribu per kilogram.

Sementara area pertambakan yang dimiliki warga disana mencapai 10 kolam dengan daya tampung mencapai 5 ribu ekor ikan hingga mencapai 1 ton dalam sekali panen.

Salah seorang petambak Zulkifli kepada Acehportal.com Kamis (22/10/2020) mengatakan, meski hasil panen masih dapat dipasarkan ke sejumlah pasar lokal tidak membuat warga kewalahan untuk menjual hasil panen mereka.

Warga berharap budidaya ikan air tawar tersebut bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, dan mereka pun meminta kepada pemerintah untuk dapat ikut andil membantu para petambak baru ini agar bisa memasarkan hasil panen mereka.

Penulis:Dani
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...