Pengembangan Kasus Pesta Sex di Pidie

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Terkait Perdagangan dan Prostitusi Anak

Sigli, Acehportal.com - Polres Pidie menggelar konferensi pers, Kamis (15/10/2020), terkait kasus pesta sex yang terjadi di Pidie pekan lalu. Polisi pun mengungkap adanya tindak pidana perdagangan serta prostitusi anak.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian melalui Kasat Reskrim, Iptu Ferdian Chandra mengatakan, dari hasil pengembangan kasus diketahui bahwa perdagangan dan prostitusi anak itu terjadi sejak bulan Juli hingga September 2020 kemarin.

"Ada tiga tersangka yang ditetapkan yakni IDR alias Ririn (38) selaku mucikari serta IW alias Toke Salak (40) dan DI (26) selaku pelanggan, mereka warga Pidie dan Banda Aceh," ujarnya saat dikonfirmasi.

Modus operandinya adalah para pelanggan ini mendatangi sangat mucikari terlebih dahulu kemudian melihat para korban (anak di bawah umur) untuk nantinya dipilih oleh pelanggan (penikmat seks).

Kasat menjelaskan, berdasarkan pengembangan kasus pesta sex yang sempat membuat geger warga Aceh itu, diperoleh fakta baru bahwa para pelaku anak perempuan tersebut terkoneksi dengan jaringan prostitusi anak yan dikendalikan oleh mucikari.

Keterangan dari anak (sebut saja Mawar dan Melati), keduanya telah dijual kepada laki-laki hidung belang oleh tersangka IFR alias Ririn dari bulan Juli hingga September 2020 kemarin kepada tiga lelaki dengan tarif sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Korban Mawar (nama samaran) mengaku sudah empat kali diperdagangkan oleh tersangka IFR alias Ririn Binti kepada tiga orang tersangka yang salah satunya masih DPO, sedangkan korban Melati (nama samaran) mengaku tiga kali diperdagangkan," ungkapnya.

Dari keterangan kedua korban anak dan saksi lainnya inilah, polisi melakukan pengembangan lanjut hingga diketahui adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak di bawah Umur (TPPA) sebagaimana dengan Pasal 2 UU RI tentang Pemberantasan Perdagangan Orang dan Pasal 76F Jo Pasal 81 Jo Pasal 82 Jo Pasal 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pada 13 Oktober kemarin Unit Opsnal Satu Reskrim Polres Pidie menangkap tersangka IFR di Terminal Kota Sigli, disusul dengan dua tersangka lain yang merupakan pelanggan yakni IW dan DI," kata mantan Kasat Resnarkoba Polres Lhokseumawe ini.

Diketahui, seorang DPO lain yang kini masih diburu polisi adalah pria berinisial IM yang juga menikmati jasa prostitusi anak tersebut. Atas perbuatan mereka, para tersangka pun terancam hukuman 15 tahun penjara.

"Tidak ada barang bukti dalam perkara ini karena tersangka langsung memilih korban anak yang diinginkan yang telah diperlihatkan oleh mucikari," tambah Iptu Ferdian Chandra.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...