Tim Gabungan BNNP dan Polda Aceh Sita Belasan Kilogram Sabu dan Ekstasi

Konferensi pers di Kantor BNNP Aceh, Banda Aceh, Selasa (13/10/2020). (Acehportal.com)

Banda Aceh, Acehportal.com - Tim gabungan BNNP Aceh dan Dit Resnarkoba Polda Aceh kembali mengungkap jaringan narkotika di Tanah Rencong. Kali ini, petugas menyita sabu seberat 8,3 kilogram dan ekstasi sebanyak kurang lebih 10 ribu butir dengan berat 3,5 kilogram.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Heru Pranoto mengatakan, pengungkapan ini dilakukan Tim Anggrek dan Melati di bawah Bidang Pemberantasan BNNP Aceh bersama Polda Aceh. Dua tersangka ditangkap yakni R dan Z yang merupakan warga Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

"Masih ada seorang DPO yang dikejar sebut saja T, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dan diselidiki," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BNNP Aceh, Banda Aceh, Selasa (13/10/2020).

Didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Aceh, Kombes Pol T Saladin dan Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari, Heru menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan di dua lokasi berbeda yakni wilayah Aceh Timur dan Medan, Sumatera Utara.

Tersangka R selaku orang yang membawa barang haram itu atas perintah DPO T ditangkap petugas di Aceh Timur dengan barang bukti delapan bungkus sabu seberat 8,3 kilogram dan 10 ribu butir ekstasi seberat 3,5 kilogram.

"Kemudian dilakukan pengembangan kasus hingga akhirnya tersangka Z ditangkap di Medan, Sumatera Utara. Dia adalah orang yang menerima pesanan yang termasuk dalam jaringan, diduga ini jaringan cukup besar," jelasnya.

Hingga kini, tim gabungan masih mengejar DPO T dan mengembangkan kasus ini. Diketahui, jaringan ini akan menyelundupkan narkoba tersebut ke wilayah jalur Sumatera hingga ke Pulau Jawa.

"Untuk asal barangnya belum dapat dipastikan apakah dari negara seberang, kedua tersangka dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata Jenderal Bintang Satu tersebut.

Heru pun mengaku, saat ini BNNP Aceh bersama Polda Aceh berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di Aceh. Kerjasama keduanya diharapkan akan terus terjalin hingga kedepan untuk mengungkap kasus lainnya.

"Diharapkan kerjasama ini bisa mengungkap kasus besar lainnya, kita pun sedang melakukan beberapa penyelidikan dari informasi masyarakat, Mudah-mudahan ada kaitan dengan jaringan ini," tambah Brigjen Pol Heru Pranoto.

Menurutnya, jalur timur Aceh merupakan jalur yang rawan akan peredaran narkoba. Hal ini karena di wilayah timur banyak jalur tikus untuk para pelaku menyelundupkan barang haram tersebut.

"Saat ini BNN Kabupaten dan Kota disana juga sudah aktif untuk mengawasi kawasan tersebut," tutup dia.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...