Ternyata Pemerkosaan di Birem Bayeun Telah Direncanakan Pelaku

Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan di Aceh Timur kemarin akhirnya ditangkap. (Ist)

Langsa, Acehportal.com - Tersangka S (36), residivis kasus pembunuhan yang kembali berurusan dengan polisi atas pemerkosaan disertai pembunuhan yang dilakukan di Birem Bayeun, Aceh Timur kemarin kini masih ditahan di Mapolres Langsa.

Ternyata, pemerkosaan terhadap korban D (28) telah direncanakan sebelumnya oleh pelaku. Selain menodai perempuan muda itu, S juga tega membunuh anak dari korban yakni R, pahlawan kecil yang sempat melawan pelaku saat ibunya disekap.

Pemerkosaan yang direncanakan pelaku diungkapkan Kapolres Langsa, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo, Senin (12/10/2020). "Pemerkosaan terhadap korban sudah direncanakan," ujarnya.

Tersangka S pun nantinya dijerat dengan pasal berlapis atas apa yang diperbuat, yakni Pasal 338 jo 340 jo 285 jo 351 Ayat 2 KUHPidana dan/atay Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Kekerasan dan Penganiayaan dengan ancaman 20 tahun penjara dan 10 tahun penjara.

Pasal 338 KUHP menjelaskan, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pasal 340 KUHP dinamakan pembunuhan dengan direncanakan terlebih dahulu. Ancaman pidana dalam Pasal 340 KUHP adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Pasal 285 KUHP tentang perkosaan dan Pasal 351 penganiayaan ayat 2 Kitab KUHP yang berbunyi, Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014, pelaku kekerasan/penganiayaan oleh karena itu, berdasarkan Pasal 80 ayat (1) UU 35/2014, pelakunya diancam pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 juta.

Namun, belum dapat dipastikan hukuman apa yang akan diterima oleh tersangka S nantinya karena semua ada di tangan hakim di pengadilan nanti.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...