Ungkap Penyelundupan 60 Kilogram Sabu, Seorang Tersangka Ditembak Mati

Banda Aceh, Acehportal.com - Tim gabungan Dit Resnarkoba Polda Aceh bersama Bea Cukai Aceh mengungkap penyelundupan 60 kilogram sabu di Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara pada 30 September lalu.

Salah satu tersangka terpaksa ditembak mati oleh petugas karena melawan saat hendak ditangkap pada 3 Oktober kemarin di kawasan Bagok, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada mengatakan, tersangka yang tewas tertembak berinisial SS alias DG (27) yang merupakan salah satu anggota jaringan penyelundupan puluhan kilogram sabu itu.

"Dilakukan tindakan tegas terukur oleh petugas karena melawan saat ditangkap, ia diduga sebagai pengatur penyelundupan 60 kilogram sabu ini," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Rabu (7/10/2020).

Selain tersangka SS alias DG, tim gabungan juga menangkap tiga tersangka lainnya. Dimana, dua orang diantaranya juga dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan dan melarikan diri saat penangkapan tersebut.

"Mereka berinisial MM alias Jenib (38), JU (18) dan SM (24), tersangka MM dan SM terkena tembakan di bagian pinggul dan betis," kata Kapolda yang didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Raden Purwadi dan Kakanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi.

Pengungkapan penyelundupan 60 kilogram sabu ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya pasokan narkoba dalam jumlah besar yang masuk dari jalur laut. Dari informasi itulah, tim Dit Resnarkoba Polda Aceh dan Bea Cukai Aceh melakukan patroli perairan.

Diketahui, sebuah boat merapat ke kawasan Pantai Krueng Matee, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara hingga tim patroli laut menghubungi tim yang ada di darat untuk melakukan tindak lanjut.

"Tim di darat mencurigai sebuah mobil bernopol BK 1557 BN di kawasan pantai itu, mobil dibuntuti hingga menuju ke sebuah rumah yang diketahui sebagai rumah tersangka MM, tim langsung melakukan penggerebekan dan menangkap MM," ungkapnya.

Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan barang bukti bungkusan teh China berisi sabu yang beratnya diperkirakan mencapai 60 kilogram. Selain itu, juga diamankan sebuah mobil serta handphone.

Petugas yang mengembangkan kasus kemudian mendapat informasi adanya empat tersangka lain yang diduga terlibat yakni SM, JU, SS dan LB. Mereka akhirnya dikejar dan ditangkap, sementara tersangka LB melarikan diri dan kini buron.

"Tersangka SS yang melawan dan dilumpuhkan dibawa ke rumah sakit di Lhokseumawe, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Selain mengatur penyelundupan ini, dia juga terlibat dalam penyelundupan 45 kilogram sabu lainnya, total ada 105 kilogram sabu yang diselundupkan SS," jelasnya.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2) dengan subsidair Pasal 115 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun serta terberat hukuman mati.

"Polisi juga akan menjerat para pelaku dengan tindak pidana pencucian uang guna menelusuri harta benda mereka. Selain itu, jaringan mereka akan ditelusuri apakah ada pihak-pihak lain ikut terlibat," tambah Kapolda.

Dalam konferensi pers itu, turut hadir Kabid Humas, Kombes Pol Ery Apriyono, Dir Resnarkoba, Kombes Pol Ade Sapari, Wadir Resnarkoba, AKBP Heru Suprihasto dan Kasubdit I, AKBP Erwan beserta sejumlah pejabat lainnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...