Fakta Baru yang Terungkap Terkait Enam ABG yang Pesta Seks di Pidie

16-55-50-images

Sigli, Acehportal.com - Kasus tiga pasangan bukan muhrim terdiri dari enam ABG (empat diantaranya anak di bawah umur) yang digerebek karena diduga menggelar pesta seks beberapa hari di Pidie kemarin terus ditindaklanjuti.

Pihak kepolisian pun menemukan fakta baru, dimana diketahui empat orang anak di bawah umur merupakan anak-anak yang putus sekolah.

Hal ini diungkapkan Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian melalui Kasat Reskrim, Iptu Ferdian Chandra, Rabu (7/10/2020) saat dikonfirmasi.

"Yang masih anak empat orang sudah putus sekolah dan sering melakukan hubungan tersebut, mereka broken home semua," ujar Kasat.

Ia menjelaskan, keenam ABG itu pun mengaku bahwa hubungan intim yang dilakukannya atas dasar suka sama suka. Kini mereka pun masih diamankan di Mapolres Pidie.

"Karena suka sama suka, proses penyelidikan dan pemberkasan dipercepat karena empat tersangka masih di bawah umur, makanya harus cepat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa ini terungkap setelah warga menggerebek rumah kosong, Kamis (1/10/2020) subuh sekitar pukul 03.00 WIB. Warga curiga dengan aktivitas keenam remaja itu di rumah orang tua salah satu tersangka yang telah lama kosong.

Ada empat ABG yang diamankan berusia 14-17 tahun, sedangkan dua lagi TM (19/perempuan) dan AD (18/laki-laki). Setelah itu, warga menyerahkan keenam remaja itu ke polisi.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian menyebutkan, keenamnya mengaku menggelar pesta seks selama berhari-hari.

"Mereka sudah empat hari tinggal di rumah kosong milik orang tua salah seorang tersangka. Kalau menurut pengakuan, mereka berhubungan badan pada waktu berbeda-beda," ungkap Zulhir.

Kini polisi pun memproses hukum keenamnya. Mereka terancam dijerat dengan Pasal 25 juncto Pasal 23 dan Pasal 37 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman hukuman cambuk, penjara atau denda.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...