Tim Waasev Sterad Tinjau Sasaran Non Fisik TMMD ke 109 Kodim Abdya

Abdya, Acehportal.com - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 109 Kodim 0110/Abdya ,sudah memasuki minggu ke 3, berbagai pencapain sasaran fisik sudah dilakukan diantaranya adalah pengerjaan jembatan sudah selesai 100%, serta sasaran yang lain juga masih dalam pengerjaan termasuk sasaran non fisik pun juga masih terus dilaksanakan.

Dalam meninjau program kerja TMMD Ke-109 Kodim 0110/Abdya, Tim Waasev juga yang dipimpin oleh Kolonel Inf Sachono, S.H, M. Si juga meninjau kegiatan non Fisik yaitu penyuluhan tentang kehutanan yang bertempat di Gedung Perpustakaan SDN 7, Desa Babahlung, Kecamatan Blangpidie, Selasa (6/10/2020).

Kedatangan Tim Wasev yang didampingi Dansatgas Letkol Inf Arip Subagiyo, Kapten Inf Arifin (Plh Pasiter disambut oleh Keuchik Sekecamatan Blangpidie, kegiatan tersebut tetap mengikuti protokol kesehatan Covid 19.

Bertindak sebagai pemateri pada kegiatan ini adalah Nuril Autar, S, Hut menjelaskan," Dalam keberhasilan pembangunan kehutanan sangat ditentukan oleh sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan dan lahan.

Untuk mendorong dan meningkatkan partisipasi tersebut dilakukan pemberdayaan masyarakat yang terkait dengan pelestarian fungsi dan manfaat hutan dan lahan kearah kemandirian.

Pemberdayaan masyarakat khususnya Kelompok Tani Hutan(KTH) dirasakan masih lemah sehingga perlu ditingkatkan dari aspek kelembagaan, budidaya, produksi, manajemen usaha dan pemasarannya, merupakan salah satu cara pemberdayaan masyarakat sekitar hutan atau Kelompok Tani Hutan (KTH) adalah melalui pendampingan terhadap Kelompok Usaha Produktif (KUP) yang mempunyai potensi dapat mengembangkan kelompoknya dan memberi dampak kepada masyarakat lain disekitarnya," Ujar Pemateri

Pada kesempatan yang sama Kolonel Inf Sachono, S.H, M. Si) selaku ketua Tim mengatakan," Hutan merupakan paru-paru dunia yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup di bumi, apabila paru-paru ini rusak, maka keberlangsungan hidup pun akan terganggu.

"Manfaat hutan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan hidup kita, makanya ada istilah bahwa hutan lestari maka masyarakat sejahtera, oleh karena itu, merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikan hutan dari tangan-tangan jahil yang merusak hutan untuk kepentingan pribadi, seperti contoh membuka lahan dengan cara membakar hutan," tandas Kolonel Sachono.

Komentar

Loading...