6 ABG Pesta Seks 4 Hari, Wakil Bupati Pidie: Sangat Memprihatinkan!

16-55-50-images

Banda Aceh - Enam remaja di Pidie, Aceh digerebek warga karena diduga menggelar pesta seks selama empat hari. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat meminta keenam tersangka diproses hukum.

"Ini adalah sebuah peristiwa yang memang sangat memprihatinkan bagi kita semua, karena terkait dengan anak-anak di bawah umur," kata Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (6/10/2020).

Menurut Fadhlullah, berdasarkan pendalaman oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kabupaten Pidie, keenamnya tidak tepat disebut pesta seks. Namun perbuatan mereka jelas melanggar.

"Kejadian tersebut mungkin tidak tepat kita sebut dengan pesta seks, tapi tetap saja itu adalah perbuatan yang keliru dan melanggar aturan yang berlaku di Aceh," ujar Fadhlullah.

Fadhlullah mengatakan, setelah adanya kejadian tersebut pihak desa harus melakukan langkah-langkah penguatan sebagai upaya penyelamatan generasi muda serta pageu gampong (pagar desa). Penggerebekan tersebut diharapkan menjadi bahan refleksi bagi semua pihak.

"Kita harus lebih keras lagi bekerja dalam penguatan karakter anak-anak muda atau remaja kita dengan memperkuat lembaga lembaga pendidikan yang ada dalam desa, baik formal maupun informal," jelas Fadhlullah.

Salah satu hal yang perlu dilakukan, kata Fadhlullah, yaitu pendalaman ajaran dan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda diminta tidak hanya mempelajari nilai agama tapi mengamalkannya.

"Karena itu desa perlu secara lebih serius melakukan gerakan untuk memakmurkan masjid dan meunasah, tentu disesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19, mendidik masyarakat dan generasi mudanya agar senantiasa mencintai masjid dan memakmurkannya serta berakhlaqul karimah," ujarnya.

Sebelumnya, tiga pasangan remaja non muhrim digerebek warga karena diduga menggelar pesta seks di sebuah rumah kosong. Empat orang yang diamankan masih di bawah umur.

"Mereka mengaku sudah berhubungan badan masing-masing tiga kali," kata Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian saat dikonfirmasi detikcom, Senin (5/10).

Pengrebekan pasangan ini dilakukan warga salah satu kecamatan di Pidie, Kamis 1 Oktober sekitar pukul 03.00 WIB. Warga curiga dengan aktivitas keenam remaja tersebut di rumah orang tua salah satu tersangka.

Rumah tersebut sudah lama kosong. Menurut Zulhir, empat ABG yang diamankan berusia 14-17 tahun. Sedangkan dua lagi TM (19/perempuan) dan AD (18/laki-laki).

"Mereka sudah empat hari tinggal di rumah kosong milik orang tua salah seorang tersangka. Kalau menurut pengakuan, mereka berhubungan badan pada waktu berbeda-beda," jelas Zulhir.

Sumber:detik.com
Rubrik:News

Komentar

Loading...