Polsek Mereubo Tangkap Penadah Handphone dan Emas Curian

Polsek Meureubo Polres Aceh Barat amankan satu orang tersangka pertolongan jahat (penadah), Kamis (1/10/2020). (Dani/Acehportal.com)

Meulaboh, Acehportal.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Mereubo Polres Aceh Barat mengamankan seorang  perempuan berinisial BM (54) yang diduga melakukan tindak pidana pencurian dan pertolongan jahat berupa menadah barang curian.

Tersangka yang merupakan warga Gampong Mereubo tersebut ditangkap karena diduga melakukan pertolongan jahat dengan suaminya sendiri yakni MA.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Adrianto Argamuda melalui Kapolsek Mereubo, Ipda Vitra Ramadan kepada wartawan mengatakan, tersangka BM adalah isteri dari MA yang merupakan pelaku utama pencurian dan saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang sedang dalam pengejaran pihak kepolisian.

“Kronologis kejadian pada Kamis 27 Agustus 2020 sekitar pukul 04.30 WIB subuh pelapor terbangun dari tidur ketika mendengar isterinya menjerit, kemudian suami korban langsung lari dan masuk ke kamar isterinya yang letaknya bersebelahan,” kata Ipda Vitra, Kamis (1/10/2020).

Kemudian, isteri korban mengatakan kepada suaminya bahwa ada maling yang baru masuk ke kamarnya. Mengetahui hal itu sangat suami langsung mengejar tersangka yang lari ke arah belakang dapur. Karena tidak juga ditemukan, keesokan harinya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mereubo.

"Dari kejadian tersebut pelaku membawa kabur satu gelang emas 24 karat sebesar 10 mayam, satu unit handphone merek Samsung A50 warna biru dongker dan uang tunai sebesar Rp 1,2 juta,” katanya.

Kata dia, berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan fakta bahwa handphone milik korban berada di Gampong Cot Seutuy, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Selanjutnya pada Kamis tangga 24 September 2020 sekitar pukul 19.30 WIB, tim Polsek Meurebo di bac-kup Unit Resmob Polres Lhokseumawe melakukan penggerebekan di rumah terduga pelaku pencurian.

”Setelah dilakukan penggerebekan, polisi menemukan HP hasil pencurian tersebut ditangan FY dan dari hasil introgasi terhadap FY HP tersebut diperoleh dari MA dan BM yang merupakan suami isteri,” ungkap Kapolsek.

Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan diketahui bahwa MA dan BM berada di Gampong Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, selanjutnya pada Jumat 25 September 2020 sekitar pukul 10.00 WIB tim yang dipimpin oleh Kapolsek Meurebo melakukan penggerebekan kembali.

“Alhasil kami mengamankan BM namun pelaku MA tidak ada ditempat, setelah diintrogasi ternyata BM berperan sebagai orang yang menerima dan menjual barang hasil pencurian dari pelaku utama MA,” ujarnya.

Maka berdasarkan hal tersebut pihak kepolisian menetapkan BM sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 480 Ayat 1 dan 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...