Sebanyak 372,6 Kilogram Ganja serta 80,2 Kilogram Sabu Dimusnahkan

Banda Aceh, Acehportal.com - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memusnahkan barang bukti narkoba yang merupakan hasil pengungkapan kasus pada tahun ini, terhitung sejak Januari hingga sekarang. Pemusnahan dilakukan di halaman belakang Mapolda Aceh, Banda Aceh, Rabu (23/9/2020) pagi tadi.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Wisata serta Pangdam IM, Mayjen TNI Hassanudin, Kajati Aceh, Kajati Aceh, M Yusuf serta sejumlah pejabat lainnya yang berasal dari berbagai instansi seperti Bea Cukai, BNNP Aceh, ulama dan lainnya.

Dalam penyampaian laporan, Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari mengungkapkan, jumlah narkoba yang dimusnahkan kali ini terdiri dari 372,6 kilogram ganja kering serta 80,2 kilogram sabu.

"Kemudian juga ekstasi sebanyak 27.400 butir, ini merupakan hasil sitaan dalam pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Aceh," ujar Direktur selaku Ketua Pelaksana Kegiatan.

Sementara, Kapolda Aceh menyebutkan, di tengah kepedulian semua pihak terhadap penanganan dan penanggulangan Covid-19, jajaran Polda Aceh tetap berkomitmen untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah serta masyarakat Aceh, termasuk dalam menangani kasus narkotika yang berdampak struktural terhadap perkembangan generasi muda penerus bangsa.

"Pada masa pandemi Covid-19 yang telah melanda hampir seluruh dunia termasuk Aceh, sangat berpengaruh pada semua aspek kehidupan, pergeseran perilaku kehidupan masyarakat dalam gaya hidup dan pemanfaatan dan desakan kebutuhan ekonomi menjadi salah satu faktor peredaran ilegal dan penyalahgunaan narkoba yang hingga kini terus berkembang dengan jenis dan modus kejahatan yang baru," ungkapnya.

Menurutnya, bahaya penggunaan narkotika saat pandemi Covid-19 akan sangat lebih berbahaya terhadap imunitas tubuh, sehingga sangat rentan terhadap virus.

Bahaya lainnya yaitu para pengedar narkoba akan memanfaatkan situasi kondisi kalangan pemuda, pelajar, mahasiswa, karyawan dan masyarakat yang terdampak akibat pandemi untuk ikut terjerumus dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"Polda Aceh dalam menjalankan tugas pokoknya sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yaitu memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta melakukan penegakkan hukum," katanya.

"Saat ini Polda Aceh telah melaksanakan hasil pengungkapan rutin dalam rangka melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," sambung Wahyu.

Keberhasilan yang sudah dicapai ini, lanjutnya, merupakan langkah nyata perang terhadap narkoba dan upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa. Polda Aceh tak akan pernah berhenti dan akan selalu meningkatkan intesitas pemberantasan perdagangan ilegal dan penyalahgunaan narkoba.

Operasi kepolisian yang dilakukan, baik dalam bentuk operasi kepolisian maupun kegiatan rutin yang ditingkatkan akan selalu memiliki dampak nyata serta deterrent effect yang optimal, ditambah dengan hukuman yang maksimal, rehabilitasi yang tuntas, pencegahan yang simultan, edukasi yang berkesinambungan dan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Hal ini tentunya membutuhkan kerjasama seluruh stakeholder terkait, lembaga pendidikan dan masyarakat secara komprehensif. Kita mengajak semua pihak agar dapat terus bersinergi tanpa kenal lelah untuk melakukan pemberantasan terhadap perdagangan ilegal dan penyalahgunaan narkoba di Aceh," tegasnya.

Pemusnahan barang bukti narkoba dilakukan dengan berbagai cara. Dimana, ganja kering dimusnahkan dengan cara dibakar hingga habis, sabu serta ekstasi dimusnahkan dengan cara digiling menggunakan mesin yang kemudian di buang ke tempat pembuangan.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...