BPKS Sabang Terima Penghargaan dari Kemenkeu, YARA Apresiasi Kinerja Sertifikasi BMN

Ketua YARA, Safaruddin memberikan piagam penghargaan kepada mantan Kepala BPKS Sabang, Razuardi. (Acehportal.com)

Banda Aceh, Acehportal.com - BPKS Sabang menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) dalam kategori sertifikasi Barang Milik Negara (BMN) yang dalam hal ini adalah aset-aset milik BPKS Sabang, Selasa (22/9/2020) kemarin.

Dimana diketahui, penghargaan itu diberikan atas kinerja BPKS Sabang yang mencapai target dalam melakukan sertifikasi terhadap aset milik mereka sesuai dengan tugasnya.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) pun mengapresiasi penghargaan yang didapatkan ini, khususnya terhadap mantan Kepala BPKS Sabang yakni Razuardi selalu pemimpin di lembaga itu pada periode lalu.

"Kemarin ada penyerahan awards dari Kementerian dengan berbagai kategori, BPKS dapat kategori sertifikasi yang menertibkan lahan atau aset tak bergerak milik BPKS, jumlahnya ada 1110 persil tanah BPKS yang disertifikasi," ungkap Ketua YARA, Safaruddin, Rabu (23/9/2020).

Menurutnya, atensi yang diberikan oleh Kemenkeu RI tersebut merupakan hal positif. Karena, BPKS telah melakukan salah satu tugasnya dengan menertibkan lahan serta aset milik negara.

"Menurut saya bagus karena hal positif karena menertibkan lahan negara, makanya hari ini kita apresiasi kinerja itu khususnya kepada Pak Razuardi selaku pimpinan BPKS Sabang periode lalu, ini sekaligus mengendors kinerja kedepan," katanya.

Safari pun berharap agar kinerja dan pencapaian yang seperti ini dapat diikuti oleh lembaga lainnya. Saat memantau kinerja BPKS Sabang waktu lalu, pihaknya pun menilai bahwa semua dilakukan dengan sangat konsentrasi dan transparan, khususnya tentang aset.

"Banyak lahan tapi tidak tersertifikasi, zaman beliau menjabat dibuktikan kinerjanya dengan adanya sertifikasi lahan tersebut. Oleh karenanya kita mengapresiasi kinerja yang dilakukan beliau bersama seluruh timnya dalam menyelamatkan aset negara," jelasnya.

Sementara, Razuardi selaku mantan Kepala BPKS Sabang mengungkapkan, kinerja yang dilakukan tercapai berkat adanya komitmen dari BPKS Sabang sendiri. Dimana, mereka melaksanakan tugas yang seharusnya dilakukan.

"Sertifikasi ditargetkan jadi terselesaikan, kedepan kita harapkan seluruh BMN lainnya ditertibkan dan diselamatkan, seluruh aset negara harus tertib yang jelas dan terdata," katanya.

Razuardi mengaku, sebelumnya kondisi BPKS Sabang sendiri terkait aset negara yang dimiliki dalam kondisi belum seluruhnya tersertifikasi.

Ia menjelaskan, sesuai data dari Direktorat Jenderal Keuangan Negara (DJKN) pada tahun 2019 kemarin, pihak BPKS Sabang diwajibkan untuk menyelesaikan 1303 persil lahan untuk diselesaikan, dari usulan 1447 persil lahan dan selesai dengan 1110 persil lahan yang tersertifikasi.

"Terbanyak di nasional karena paling banyak, masih ada yang belum tersertifikasi tapi tidak diketahui jumlah pastinya berapa, ini di Sabang dan Pulo Aceh yang merupakan wilayah kerja BPKS Sabang," tambah dia.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...