Ungkap Jaringan Internasional, Polisi Amankan Dua Kilogram Sabu di Bandara SIM

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari dan Kasat Resnarkoba, AKP Raja Aminudin Harahap saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (17/9/2020). (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Selama dua bulan terakhir yakni pada bulan Agustus hingga September ini, ada dua kasus penyelundupan sabu yang diungkap Polresta Banda Aceh di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar.

Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari dan Kasat Resnarkoba, AKP Raja Aminudin Harahap, Kamis (17/9/2020).

"Dua bulan terakhir, Agustus-September, ada dua kasus yang diungkap lewat Bandara SIM," ujar Kapolresta dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh.

Pertama, pada 23 Agustus pagi dua perempuan berinisial IN (23) dan ZH (23) berstatus mahasiswi diamankan petugas saat hendak bepergian menuju Jambi.

Keduanya ditangkap setelah petugas menemukan dua bungkus sabu seberat satu kilogram di dalam sandal yang dikenakan.

"Ini diketahui setelah petugas bandara curiga dengan keduanya, sehingga saat diperiksa ditemukan paket sabu itu dalam sandal yang digunakan yang beratnya satu kilogram," kata Trisno.

Mereka, jelas Kapolresta, berencana berangkat ke Jambi. Dari pengakuannya, penyelundupan sabu ini juga sudah dilakukan beberapa kali seperti ke daerah Jambi dan Bengkulu serta Lampung, namun lolos dari pantauan petugas di bandara.

"Diakui barang itu berasal dari Bireuen, dalam pengembangan ditangkap orang yang menyuruhnya yakni CN, satu lagi ditangkap di Samahani yakni MF, jadi jumlah tersangka ada empat orang dan satu lainnya DPO yakni MD," jelasnya.

Kasus penyelundupan sabu ini dilakukan yang keempat kalinya, dimana tiga kali sebelumnya lolos dengan tujuan Bengkulu, Jambi dan Lampung.

Sebelumnya, kedua pelaku berangkat melalui jalan darat ke Medan, Sumatera Utara dan dari sana mereka naik pesawat menuju daerah tujuan.

"Tersangka IN dibayar Rp 3 juta, sampai disana dipenuhi, totalnya bayaran untuk mereka berdua Rp 40 juta untuk satu kilogram sabu yang diantar, nekat melakukan ini karena alasan ekonomi," ungkap Kapolres.

Kemudian pada 6 September, modus yang sama juga diungkap personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh dibawah pimpinan AKP Raja Aminudin Harahap di Bandara Internasional SIM Aceh Besar.

Dimana, dua tersangka yang ditangkap yakni MF dan YG diketahui akan membawa satu kilogram sabu ke Jakarta. Mereka, memperoleh barang haram itu dari Padang Tijie, Pidie dari tersangka SY dan HD.

"Diungkap oleh Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh, diduga merupakan jaringan narapidana di Lapas Nusa Kambangan, hingga kini masih diproses lebih lanjut," kata Kombes Pol Trisno Riyanto.

Sementara itu, Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari mengungkapkan, menurutnya peredaran narkoba di Aceh melalui jalur segitiga emas yakni Myanmar, Malaysia dan Aceh.

"Ini jaringan besar, salah satunya kurir yang pendistribusiannya dari Aceh, lintas timur. Kita juga akan gelar razia," tambah Dir Resnarkoba.

Dalam kasus ini, mereka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) Subs Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 115 ayat 2 dari UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun sampai 20 tahun penjara atau pidana penjara seumur hidup sampai hukuman mati.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...